Gara-gara Polisi, Pesta Sabu Berantakan


BANGIL - Rencana Faruk Fakrudi, 19, warga Dusun Srambi, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan untuk pesta sabu berakhir berantakan. Sebab, polisi menggerebeknya seusai memesan barang haram tersebut. 
Lelaki pengangguran itu diringkus anggota Satreskoba Polres Pasuruan, Kamis (8/2) di sebuah warung Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. Kasatreskoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono menceritakan, tersangka dimintai tolong HD, temannya untuk membeli sabu. 
Uang Rp 400.000 disiapkan untuk transaksi pembelian sabu tersebut. Rencananya, sabu yang sudah dibeli itu untuk berpesta.
“Tersangka membeli sabu itu ke inisial KS di wilayah Winongan,” terang perwira polisi ini.
Usai membeli barang narkoba itu, tersangka mampir ke sebuah warung di Desa Bandaran. Ketika asyik bersantai ini, tiba-tiba petugas yang sudah memantau pergerakannya, datang dan menangkapnya. Setelah digeledah, petugas menemukan sabu itu.
“Ada informasi dari masyarakat kalau tersangka memang sering nyabu. Setelah itu, kami melakukan pengintaian dan penggerebekan saat tersangka ada di warung. Ada sejumlah barang bukti yang kami sita,” tegas Nanang.
Yakni satu poket sabu seberat 0,39 gram dan sebuah smartphone merek Sony. Semua barang bukti itu ditemukan petugas di saku celana tersangka. Dia pun digiring ke Mapolres Pasuruan untuk diperiksa intensif. 
Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengenal sabu sejak dua bulan terakhir. Dia dijerat dengan pasal 114 jo 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. “Kami masih memburu HD dan KS,” pungkasnya. (rb/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :