Orang Tak Dikenal Ledakkan Rumah Guru di Sumenep



SUMENEP - Sebuah rumah di Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian, Masalembu, Sumenep hancur terkena ledakan bahan peledak, menjelang dini hari kemarin. Rumah yang sebagian bangunannya hancur itu milik Aswandi. Ledakan itu menghancurkan rumah bagian belakang. 
“Saat kejadian saya siap-siap mau tidur dan sudah terbaring di kamar. Kemudian terbangun karena terdengar ledakan yang keras di belakang rumah,” ujarnya. 
Aswandi yang berprofesi sebagai guru itu mengaku hanya mendengar satu ledakan, tetapi suaranya sangat keras sehingga getarannya sampai ke depan rumah. Saat melihat bagian belakang rumah, Aswandi melihat bagian belakang rumahnya telah hancur. 
Ledakan itu telah menghancurkan rumah semi permanennya yang berdinding eternit dan beratap asbes. Beruntung dalam peristiwa ledakan ini tidak ada korban jiwa.
“Syukur Alhamdulillah kami berlima selamat tidak ada korban jiwa,” tandas Aswandi.
Kepada polisi, dia mengaku sempat menerima teror sebelum rumahnya diledakkan.
“Sebelumnya saya menerima ancaman kalau rumah akan dibom, karena belum bayar utang,”  ungkapnya juga kepada wartawan.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian itu mengaku masih miris dengan kejadian itu, dan meminta perlindungan polisi.
“Saya sudah menerima laporan dari petugas kami yang ada di polsek, itu bukan bom, melainkan petasan,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnain. 
Menurut dia, saat ini pihaknya masih mendalami keterangan saksi-saksi terkait kejadian ancaman yang dilalukan pelaku.
“Hasil dari TKP kami masih mendalami keterangan saksi-saksi siapa pelakunya,” terangnya. 
“Jika nanti memang cukup bukti yang kuat yang mengarah kepada pelaku maka kami akan adakan penangkapan,” ujar dia.
Fadillah menambahkan bahwa masyarakat di sekitar Kepulauan Masalembu mayoritas pekerjaannya sebagai nelayan. Ledakan tersebut mungkin saja berupa bondet (bom ikan).
“Kondisi masyarakat disana sekarang landai-landai saja. Terkait kejadian ini dibilang baru ya tidak juga karena warga di situ rata-rata pekerjaannya sebagai nelayan yang akrab dengan bom ikan,” ungkapnya. 
“Sejauh ini tidak ada korban. Tapi aksi ini tetap tidak kami tolerir. Kami melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa pelakunya,” tegas dia.
Fadillah menegaskan jika saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mendapatkan bukti-bukti yang kuat.
“Kemungkinan ada masalah-masalah pribadi yang sampai saat ini lagi kita dalami,” pungkas perwira menengah ini. (dk/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :