Admin Grup Gay UB Dipolisikan

MALANG – Penyimpangan sosial gaya hidup anak muda Kota Malang kian menggemparkan. Grup Facebook Persatuan Gay Universitas Brawijaya (UB) menuai kontroversi. Geram dengan munculnya akun tersebut, UB akhirnya melaporkan admin grup Gay UB di Facebook dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah di Reskrim Polres Makota.
Pihak kampus menolak penggunaan kata UB yang memberi kesan bahwa institusi pendidikan tinggi di Kota Malang ini, mengizinkan dan melegalkan persatuan tersebut. “Kami menolak komunitas itu, dan tidak mengakui hal tersebut. Penggunaan nama kampus itu jadi pelanggaran hukum,” kata pelapor dari pihak UB, Prija Djatmika kepada wartawan.
Terlapor atau pihak yang dilaporkan dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah ini, adalah admin dari grup Facebook Persatuan Gay UB. Menurut pria yang juga Wakil Dekan 1 FH UB tersebut, pihak kampus tak bisa menerima isu LGBT di Malang disangkut pautkan dengan nama kampus di Jalan Veteran ini.
Pihak kampus UB berharap Polres Makota bisa melacak keberadaan admin grup yang sudah mencatut nama UB dalam grup medsos gay ini. Apalagi, admin diduga kuat berkutat di lingkaran mahasiswa kampus negeri tersebut. Desakan dari orang tua mahasiswa juga menguat karena kekhawatiran terhadap putra-putrinya terlibat dalam penyimpangan berbau homoseksualitas itu.
“Kami melapor karena orang tua juga mendesak agar grup ini dihilangkan dari kampus UB. Mereka takut anak-anaknya jadi korban. LGBT itu adalah urusan individu dan tidak boleh disangkutkan dengan kampus. Karena itu, kita laporkan adminnya, akun Aditya Radit,” kata Prija.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh akun admin atas nama Aditya Radit dengan mencatut nama UB, adalah pelanggaran pasal 45 UU ITE. Dia mengatakan, jika sampai terbukti bahwa admin akun tersebut adalah mahasiswa UB, maka pihak rektorat tidak segan melakukan pemecatan dari civitas akademika.
Pihak UB juga meminta ada koordinasi dengan Polda Jatim serta mendorong pengerahan Cyber Crime Polres Makota demi memburu admin grup yang diduga kuat mencemarkan nama UB. Dari keterangan yang dihimpun, akun Aditya Radit bukanlah akun asli alias fake. Sebab, foto yang dipajang di profile picture akun tersebut, adalah milik orang lain, yakni atas nama Hafid Rachmawan Priyatama.
Pemilik akun Hafid yang fotonya dicatut, juga menyatakan keberatannya. Dalam unggahan di dinding akun Facebook tersebut. Tulisan keberatan itu dinyatakan secara gamblang. “Mohon bantuan teman-teman yang punya akun Facebook, agar laporkan akun bernama Aditya Radit ke pihak Facebook, karena mengambil foto saya untuk dipakai foto profil,” tulis akun tersebut.
“Selain itu, akun tersebut digunakan sebagai admin dari grup Facebook Persatuan Gay Universitas Brawijaya. Ini fitnah kejam yang bisa merusak nama baik saya. Karena itu sekali lagi saya mohon bantuan teman-teman untuk laporkan akun tersebut atau share postingan ini,” tambahnya lagi.
Akun Persatuan Gay UB kabarnya sempat memiliki jumlah anggota hingga 1400-an member. Namun, sejak meletusnya berita terkait grup ini, semakin hari jumlah membernya menyusut. Terakhir terpantau, jumlah penghuni akun grup ini tinggal 176 member saja. Sementara itu, dari keterangan yang dihimpun, tiga bulan lalu kabarnya ada pembubaran sarasehan LGBT di kampus FISIP UB karena tak mendapat izin rektor.
UB mengaku belum tahu apakah sarasehan LGBT yang dibubarkan itu, terkait dengan akun Facebook grup gay di UB. Pihak Polres Makota sendiri masih melakukan penyelidikan untuk mencari terlapor. “Masih lidik,” ujar Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi, dikonfirmasi terpisah.(fin/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :