Balita Anak Pendeta Dibawa Kabur


MALANG – Balita bernama Gracella Narwastu Anwar (3 tahun) dibawa kabur oleh dua perempuan tak dikenal, Sabtu (10/2) . Gracella tak lain putri dari Chairul Anwar (50 tahun), pria yang pernah mendeklarasikan diri sebagai Balon Wawali Malang Independen. Kasus ini menjadi perhatian, sebab ayah korban menyebar kabar di media sosial bahwa putrinya diculik.
Malang Post menggali informasi ini ke lokasi kejadian. Sesuai informasi yang dihimpun, dua perempuan tak dikenal, masuk ke rumahnya di Jalan Sidorahayu 2  RT 7 RW 1 Bakalan Lor Kecamatan Sukun sekitar pukul 09.30.  Saat itu, di rumah ada Winardi (62 tahun) dan Rianah (56 tahun), suami istri pengasuh Gracella.
Winardi sedang mengepel lantai, sedangkan Rianah memangku Gracella. Satu pelaku perempuan mengaku sebagai ibunya Gracella, mengambil balita itu dari pangkuan Rianah. Saat dihalangi Winardi, ia kemudian mendorongnya.
Diceritakan Winardi, awalnya seorang pelaku perempuan yang berkerudung masuk rumah. Ia menanyakan tentang keberadaan pak Chairul dan lowongan pekerjaan.  Winardi dan Rianah tidak mengenal, perempuan itu, apalagi mereka baru bekerja di rumah itu sekitar tiga bulan.
"Saat itu saya jawab jika Pak Chairul atau yang biasa dipanggil Tembel baru saja berangkat ke gereja," aku Winardi kepada Malang Post.
Setelah bertanya, perempuan tersebut keluar dari rumah sejauh sekitar 50 meter. Tak lama kemudian, perempuan tersebut kembali lagi bersama temannya.
"Ketika perempuan berkerudung itu kembali, langsung masuk ke dalam rumah menuju kamar dan mengambil Gracella secara paksa dari Rianah," terangnya.
Perempuan tidak dikenalinya itu langsung mengambil Gracella dari pangkuan Rianah. Sambil meneriakkan "Gracella ini mamamu nak". Saat itulah terjadi perebutan Gracella antara si perempuan dan Winardi. Kalah tenaga, Winardi terjatuh di lantai.
"Saat diambil itu, Gracella teriak-teriak nenek-nenek (memanggil Rianah, Red) sambil menangis kencang, ia baru ulang tahun 2 Februari lalu,” ujar Winardi.
Ketika kejadian tersebut juga tidak ada tetangga yang tahu, sehingga dua perempuan itu leluasa kabur. Salah satu pelaku menaiki Honda Vario warna hitam, diduga juga dikawal mobil MPV warna putih, diduga Avanza atau Xenia. Sedangkan Winardi langsung memberi kabar kepada ayah Gracella, Chairul Anwar. Rupanya ia sedang berada di warung bakso miliknya.
Ia dan Rianah diajak Chairul melapor ke Polsek Sukun sekitar pukul 10.30 WIB. Kemudian ditindak lanjuti oleh Polsek Sukun untuk dilaporkan ke PPA Polresta Malang.

Berita Terkait

Berita Lainnya :