Dibonceng, Tewas Disenggol Bus

 
MALANG – Jalur lurus Jalan Sumbersari, Ketawanggede memakan nyawa. Pagi kemarin, Agus Setiawan, 36 tahun, tukang bangunan asal Ngawonggo RT 11 RW 02 Tajinan, yang dibonceng di motor Vario N 6953 I, meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan bus nopol N 7026 AP, pukul 06.30 WIB.
Kasatlantas Polres Makota, AKP Ady Nugroho membenarkan kejadian ini.”Benar, kecelakaan ini menyebabkan satu nyawa hilang. Kita lakukan penyidikan lebih lanjut. Barang bukti sementara kita amankan di Unit Laka,” kata Ady kepada Malang Post, dikonfirmasi siang kemarin.
Dari keterangan yang dihimpun, Hosim, 42 tahun, warga Ngawonggo RT 09 RW 02 Tajinan, mengendarai motor Vario tersebut dari arah selatan ke utara. Dia melewati perempatan ITN-Veteran menuju Jalan Sumbersari. Dia membonceng Agus Setiawan. Dalam perjalanan, mereka mendekati sebuah bus bernopol N 7026 AP milik Universitas Brawijaya.
Hosim mengarahkan motornya ke sisi kiri jalan karena berusaha menyalip bus tersebut. “Karena kurang hati-hati saat mengemudi dan haluan tidak cukup, dia tersenggol bus yang melaju,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Makota, Iptu Boedi Joenaedi kepada wartawan ditemui di kantor Unit Laka, sore kemarin.
Senggolan ini membuat motor korban oleng. Benar saja, setelah itu motor langsung terjatuh ke kiri dan terseret sepanjang tujuh meter. Nahas bagi Agus Setiawan, dia terlempar dan membentur pot besar di trotoar. Pot tersebut hancur saat Agus Setiawan terkulai tak berdaya di pinggir jalan. Sementara, Hosim mengalami patah tulang tangan kanan.
Walaupun tak ada luka yang kasat mata, Agus sudah sekarat saat diselamatkan para saksi mata. Taufik, salah satu saksi mata membenarkan bahwa kondisi korban sudah sulit bernapas. “Dia sudah megap-megap, bicara pun sudah tak bisa,” katanya. 
Saat dibawa ke RSI Unisma Dinoyo, Agus tak bisa bertahan dan meninggal dunia dalam perjalanan. Setelah Satlantas Polres Makota datang, barang bukti motor dan bus disita ke Unit Laka Jalan Dr Cipto. Lalu, polisi melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi serta melakukan penyidikan lanjutan. Satlantas Polres Makota berharap, warga tidak mudah memindahkan tubuh korban atau memberi minum ketika ada kecelakaan seperti ini.
Sebaiknya, warga hanya menjaga agar korban tetap sadar dan tidak pingsan. Satlantas berpesan agar warga jangan sampai mengubah posisi kepala dan leher korban karena ditakutkan ada luka dalam di tulang belakang dan otak. Leher harus disangga terlebih dahulu sebelum dievakuasi ke rumah sakit oleh tim medis.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...