Dalmas Dilatih Hadapi Situasi Terjepit

MALANG - Sebanyak 118 personel pasukan pengendali massa (Dalmas) dari seluruh Polsek yang ada di jajaran Polres Malang melakukan latihan rutin Tongkat Polri di lapangan Polres Malang, Selasa (25/7). Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel, khususnya penggunaan tongkat Polri. Hal ini terlihat saat latihan yang di gelar selama sehari penuh kemarin. Pelatihan ini diikuti 118 anggota dan dilatih oleh Bripka Didik Winarko, Brigadir Andik Suyanto dan Brigadir Nanang S.B.
Dijelaskan Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati S.Sos, M.Si, ratusan anggota personel dari seluruh polsek itu dilatih drill tongkat Polri yang digunakan saat berdinas. Dengan berbagai gerakan yang meliputi 25 gerakan dasar. Latihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk momentum tertentu seperti menghadang domonstran atau persiapan Pilkada saja.
"Pelatihan kali ini merupakan Urlat yang menjadi tanggung jawab dari bagian sumberdaya, untuk meningkatkan kemampuan personel. Dalam pelaksanaan latihan kali ini kita meminta bantuan dari Brimob Ampeldento untuk membantu pelatihan supaya lebih sempurna lagi," ujar Yuliati kepada Malang Post kemarin.
Dalam latihan yang diikuti oleh bintara remaja yang baru keluar dari pendidikan itu, awalnya seluruh peserta pelatihan diajak kembali mengingat gerakan-gerakan dalam latihan dalmas dan keterampilan tongkat Polri. Setelah itu instruktur mengajarkan beberapa formasi yang sering digunakan. Baik dalam menghalau massa atau memecah massa apabila terjadi suatu keributan yang melibatkan massa dalam jumlah yang banyak. Hingga saat menghadapi kondisi terjepit.
Direncanakan, pelatihan berlangsung selama dua hari. Hasilnya bisa dievaluasi, untuk kemudian ditingkatkan lagi ke tahap berikutnya. Sabtu (29/7) depan dilaksanakan pelatihan senjata api. Ini juga untuk meningkatkan kemahiran dalam menggunakan senjata api. Ada beberapa tahapan, meliputi pelatihan Dalmas awal, lanjut hingga akhir.
"Kegiatan ini dilakukan untuk menyiapkan personel yang betul-betul siap dalam menghadapi segala situasi. Dengan menggunakan tangan kosong atau menggunakan tongkat Polri. Intinya anggota harus menguasai kondisi dan situasi yang sedang dihadapi saat berdinas," ungkapnya. 
Latihan rutin ini diberikan bagi petugas yang  tidak dilengkapi dengan senjata api. Pasalnya petugas harus siap siaga dalam mengambil keputusan saat sedang tersudut agar bisa membela diri. “Tidak hanya meningkatkan kemampuan profesionalisme anggota Polri, Pelatihan ini juga merupakan penjabaran dari progam Kapolres Malang,” tandasnya.(mg20/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :