Balita Sukun Masih Misterius


MALANG – Keberadaan Balita Sukun Gracella Narwastu Anwar (3 tahun) yang diambil paksa perempuan tak dikenal, masih misterius hingga Minggu (11/2) kemarin. Ayah sang Balita, Chairul Anwar alias Tembel 50 tahun, warga Jalan Bakalan Krajan Utara, Sukun masih berjuang mencari buah hatinya. Ia mengejar ke Tulungagung, karena menduga sang putri dibawa kabur istrinya ke Tulungagung, namun nihil.
Ya, Tembel belum bisa menemukan anaknya pada hari kedua sejak Gracella diambil dengan cara paksa di rumah oleh dua orang perempuan tidak dikenal. Ditemui di warung miliknya Bakso Cwi Mie Edan Jalan Gajahmada kemarin siang, Tembel menceritakan bahwa dia berkeliling Tulungagung untuk mencari jejak putrinya.
“Setelah anak saya diambil, saya lapor polisi lalu berangkat ke Tulungagung, sekitar pukul 13.00 WIB, dan tiba di sana sekitar pukul 15.00 WIB,” ungkap Tembel kepada Malang Post.
Setibanya di Tulungagung, pria yang juga pendeta pembantu di GBI Diaspora Malang itu langsung berkeliling. Ditemani oleh beberapa kawannya, Tembel memburu jejak putrinya di rumah mertuanya sekaligus orang tua dari Nimas Ayu Diatri 34 tahun. Ayu, sapaan akrabnya adalah istri Tembel yang saat ini dalam proses cerai.
Ayu berasal dari Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat Tulungagung. “Tapi saat saya datang ke rumahnya, mereka bilang anak saya tidak ada di sana. Sehingga saya nyanggong di kawasan lain di Tulungagung, mencari tempat yang mungkin dipakai untuk menyembunyikan anak saya,” papar Tembel.
Tembel mengitari Desa Pojok, lalu memperluas pencariannya di seluruh Kecamatan Campurdarat, dan akhirnya mencari juga ke seluruh Kabupaten Tulungagung. Selama kurang lebih sembilan jam, Tembel dengan setengah putus asa dan menahan emosi serta tangisnya, berupaya keras mencari petunjuk soal keberadaan anaknya.
Hanya saja, upayanya masih tidak membuahkan hasil. “Pukul 00.30 WIB hari Minggu dini hari, saya akhirnya pulang ke Malang,” sambung Tembel.
Sesampainya di Malang, dia mengajak Winardi 62 tahun dan Rianah 56 tahun, ke Polres Makota pagi kemarin untuk melapor sekitar pukul 08.00 WIB. Winardi dan Rianah, adalah saksi dari penculikan terhadap Gracella.
Dia melaporkan tentang tindak kejahatan penculikan yang menimpa putrinya Gracella kepada SPKT Polres Makota yang diteruskan ke Reskrim Polres Makota. Selama kurang lebih dua jam, Tembel menjalani pemeriksaan. Dia juga menceritakan bahwa Gracella tidak mengenali siapa yang memaksanya untuk ikut.
“Anak saya tidak kenal siapa ibunya (Ayu), karena dia tidak pernah di rumah sejak pisah ranjang. Saat itu, anak saya berteriak minta tolong sambil menangis, ‘nenek-nenek (Rianah) tolong saya nenek’. Hati saya hancur membayangkan teriakan anak saya saat minta tolong,” papar Tembel sembari menahan air mata dan emosinya.
Saat ini, Tembel memasrahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk menemukan anaknya. dia hanya bisa beribadah dan berdoa, menunggu hasil positif dari kinerja Polres Makota untuk mencari keberadaan Gracella.
Sementara itu, Rianah, saksi kejadian, menunjukkan luka yang dideritanya saat berupaya mempertahankan Gracella dari upaya penculikan. Luka tersebut ada di lengan kanannya, akibat cakaran dari salah satu pelaku yang membawa pergi Gracella.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH memastikan bahwa kepolisian tengah mendalami kasus ini pasca laporan dari Tembel sebagai pelapor korban .

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...