Penghuni Baru, Dikenal Pendiam


MALANG - Cassandra Verdika Hermanuya, adalah seorang SPG (sales) salah satu perusahaan rokok. Ia tinggal di kos Perum Citragraha, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, terhitung baru beberapa hari. Sandra, mulai menetap di kos tersebut sejak awal Februari lalu, begitu diterima sebagai SPG.
“Masih belum lama dia kos. Tinggal di kos sejak awal Februari ini,” kata Mastrap, 65, penjaga kos.  Dulu pada bulan Desember 2017, Sandra sempat kos di tempat itu, ketika juga menjadi SPG. Tetapi karena bulan Januari 2018 tidak ada kegiatan atau pekerjaan SPG, akhirnya Sandra berpamitan pulang.
Kemudian bulan Februari, Sandra ikut rekruitmen SPG di salah satu perusahaan rokok. Ternyata ia diterima dan akhirnya kembali kos di tempat itu. 
“Kos di tempat saya ini memang ada kos laki-laki dan perempuan, namun beda kamar. Kalau laki-laki biasanya pegawai Bentoel dan Depo Bangunan. Sedangkan cewek, adalah anak-anak SPG,” jelasnya.
Korban Sandra ini, satu kamar dengan temannya bernama Kiki. Selama tinggal di kos, aktivitasnya sama dengan anak kos lainnya. Hanya yang membedakan, Sandra sedikit tertutup dan pendiam. Bahkan, terkait kehamilannya tidak seorang pun yang tahu. Termasuk Kiki, teman satu kamarnya juga tidak ada yang tahu.
“Kalau tahu hamil, pasti dari awal sudah ramai. Tetapi ini sama sekali tidak terlihat hamil. Postur tubuhnya biasanya, hanya terlihat agam gemuk. Teman satu kamarnya saya tanya juga tidak tahu kalau hamil,” terangnya.
Mastrap menambahkan, sebelum Minggu pagi melahirkan dalam kamar mandi, Sabtu sore korban sempat memesan makanan.
“Dia pesan nasi goreng dan minuman susu milo dobel. Itupun belum bayar, karena memang anak-anak sudah biasa memesan dulu untuk bayarnya belakangan,” tuturnya.
Sementara itu, beberapa teman korban yang sesama SPG ketika ditemui di kamar mayat RSSA Malang, sama sekali tidak ada yang mau buka suara. Mereka berdalih tidak tahu apa-apa karena tidak satu kos dengan korban.
“Kami tidak satu kos, jadi tidak tahu,” kata mereka sembari berlalu.
Termasuk juga dengan keluarga korban, yang ditemui di kamar mayat RSSA Malang juga tidak mau berkomentar banyak.
“Nanti disalati dulu, baru langsung dimakamkan. Dia anak bungsu dari empat saudara,” kata ibu Sandra singkat.(agp/jon)

Berita Lainnya :