magista scarpe da calcio Kades Sukolilo Wajak Dijebloskan LP Lowokwaru


Kades Sukolilo Wajak Dijebloskan LP Lowokwaru

MALANG -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen akhirnya menahan Kepala Desa Sukolilo Kecamatan Wajak, Samsul Maskuri, 45, kemarin sore. Samsul ditahan atas kasus tindak pidana korupsi, penyimpangan keuangan atas pengelolaan tanah kas desa tahun 2012. Nilai kerugian negara akibat tindakan Samsul ini, sekitar Rp 45 juta.
Kemarin sore, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Samsul langsung digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru. Untuk sementara waktu, dia akan menjalani penahanan selama 20 hari, sampai proses penyidikan tuntas. 
“Penahanan Samsul Maskuri, setelah ia kami tetapkan sebagai tersangka. Kemudian juga berdasarkan surat perintah penetapan tersangka, penangkapan serta penahanan dari Kajari Kepanjen,” ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepanjen, Seno, SH, MH.
Atas perbuatan tindak pidana korupsi tersebut, lanjut Seno, Samsul Maskuri dijerat dengan pasal 2 junto pasal 2 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor yang diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2001, atau pasal 8 Undang-undang nomor 31 tahun 1999.
Menurutnya, pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan Samsul Maskuri ini, berdasarkan laporan masyarakat pada Maret 2017. Warga melaporkan adanya dugaan penyelewengan keuangan kas desa yang dilakukan oleh Samsul Maskuri. Berangkat dari laporan itu, pihak Kejari Kepanjen lantas melakukan penyelidikan.
Semula Kejari Kepanjen meminta keterangan beberapa orang saksi. Termasuk juga memanggil Samsul Maskuri sebagai saksi. Dari hasil pemeriksaan saksi, diketahui bahwa Samsul memang menyewakan tanah kas desa. Kemudian hasilnya tidak dikelola sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Tanah kas desa pada saat itu disewakan kepada masyarakat selama tiga tahun. Total luas lahan kas desa yang disewakan sekitar 6555 m2. Hasil dari penyewaan tanah itulah, kemudian ada kerugian negara sekitar Rp 45 juta,” jelasnya.
Dari situlah, Kejari Kepanjen kemudian meningkatkan kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Selanjutnya setelah ada hasil audit keuangan negara, Kejari Kepanjen langsung menetapkan Samsul Maskuri sebagai tersangka.
“Pemanggilan pertama sebagai saksi. Kemudian ada fakta hukum yang kami temukan, dan yang bersangkutan juga telah menyadari kesalahan, hingga akhirnya kami jadikan tersangka dan ditahan,” bebernya.
Ditambahkan Seno, kinerja pengungkapan kasus ini, adalah implementasi dari semangat peringatan ke-57 Hari Bhakti Adyaksa. Mottonya adalah satu kata, satu hati, satu sikap dan satu tujuan untuk negeri. “Dimana kami akan terus melakukan pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan keuangan negara dan pembangunan negara,” paparnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top