Preman Pasar Sumedang Tak Berkutik

 
MALANG - Preman Pasar Cokoliyo, Kepanjen yang cukup meresahkan para pedagang, akhirnya dibekuk Polsek Kepanjen setelah sempat menjadi buron selama 5 bulan. Tersangkanya, Sumarno alias Seno, 42 tahun, warga Jalan Trunggono, Desa Krebet Sengrong, Kecamatan Bululawang. 
Seno ditangkap Polsek Kepanjen 1 Agustus sekitar pukul 13.30 WIB. Pelaku yang merupakan residivis ini sudah pernah masuk bui tahun 2000 karena kejahatan yang sama. Yakni, pencurian kendaraan kendaraan bermotor.
"Kita telah berhasil menangkap tersangka setelah pengembangan dari kasus sebelumnya. Berdasarkan hasil sidik dari tersangka sebelumnya, Yoga Hadipranata," jelas Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriadi kepada Malang Post kemarin.
Dari kasus sebelumnya, tersangka melakukan pencurian pada Februari (29/2/2017) bersama Yoga. Dikatakan oleh Supriyadi, tersangka termasuk bromocorah di Pasar Sumedang, Kepanjen. Pasalnya, tersangka sering melakukan aksi perampasan secara terang-terangan di areal pasar. 
"Saat disidik tersangka tidak mau mengakui kejahatannya. Namun setelah kita turun untuk mencari informasi dari saksi-saksi, banyak yang gusar karena kelakukannya," terang Supriadi.
Tersangka juga sering mengambil barang-barang yang baru turun dari truk di kawasan pasar tersebut. Tak heran, tindakannya ini sangat meresahkan pedagang. Hanya saja para pedagang hingga satpam takut lapor karena diancamnya. 
Tak segan-segan Seno mengancam akan membunuhnya jika dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak heran, selama ini para pedagang terus merasa ketakutan.
Dalam kasus sebelumnya, tersangka berhasil lolos dan membawa kabur barang curian 1 unit motor Yamaha Vixen dengan Nopol N 6105 IK. Seno juga sempat merubah warna dan memotong nomor rangka untuk menghilangkan barang bukti.
Karena sangat meresahkan inilah, polisi menangkap Seno beserta barang bukti yang digelapkannya dari salah satu pedagang Pasar Sumedang. 
"Saat beraksi tersangka mengibuli korban Suwandi dengan serangkaian perkataan untuk meminjam sepeda motor. Karena kenal, korban percaya saja untuk meminjamkan motornya. Namun hingga keesokan harinya tidak ada kabar, sehingga korban melapor ke Polsek Kepanjen," bebernya.
Ternyata, motor Yamaha Mio Gt tahun 2012 Nopol N- 2744-IA milik Suwandi telah digaikannya dengan harga Rp 2,5 juta. 
Atas laporan itulah, serta pengembangan dari kasus terdahulu,  Seno yang sudah dipantau polisi akhirnya tak berkutik saat dibekuk di area parkir Stadion Kanjuruan.
Dari pengakuannya yang telah lima bulan buron, Seno sempat berpindah-pindah untuk menghindari pengejaran pilisi. Ia sempat bersembunyi di Tumpang dan Gondanglegi.  (mg20/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...