Dua Saksi Kasus Akta Nikah Palsu Diperiksa

 
MALANG – Kasus dugaan pemalsuan buku nikah terus bergulir. Kemarin, Polres Makota dikabarkan memeriksa dua saksi dalam kasus yang diadukan oleh FS alias Kusuma, 41 tahun warga Jalan Pringgodani Malang. Saksi tersebut adalah adik FS dan adik dari Iwan Heri Kristanto 41 tahun warga Jalan Diponegoro, terlapor dugaan pemalsuan buku nikah. Penasehat hukum FS, H Diddin Syafrudin SH membenarkan hal tersebut.
“Dua saksi diperiksa oleh penyidik Polres Makota. Yakni, atas nama Titis adik dari klien saya FS, dan Dhani adik dari terlapor,” kata Diddin kepada Malang Post. 
Menurutnya, pemeriksaan saksi ini, terkait laporan pengaduan FS ke Reskrim Polres Makota. Saat laporan sedang bergulir dan polisi sudah mulai melakukan pendalaman keterangan, Diddin mengatakan mediasi antara kliennya dengan pihak Iwan belum mendapat titik terang. Karena, hingga hari Senin (12/2), Diddin dan kliennya FS tidak bisa menghubungi Iwan secara patut untuk membahas persoalan ini lewat musyawarah.
“Belum ada komunikasi yang patut dengan pihak terlapor,” tambah Diddin. 
Karena upaya komunikasi pihak FS belum mendapat jawaban yang baik dan patut dari Iwan, Diddin bakal mengawal pihak Polres Makota untuk kelanjutan kasus ini. Kliennya juga belum mencabut laporannya di Polres Makota terkait delik aduan dugaan pemalsuan akta nikah sebagai berkas otentik.
Kasus ini sendiri, berawal dari laporan dari FS yang dinikahi oleh Iwan dengan buku nikah dari KUA Jatinegara dan pernikahan dilakukan di salah satu masjid di kawasan Klojen. Ternyata, buku nikah yang dipakai Iwan untuk menikahi FS ternyata palsu dan tidak terdaftar di KUA Jatinegara, atau KUA manapun.
FS baru mengetahui bahwa buku nikahnya palsu setelah mengajukan cerai pada 2017 lalu ke Pengadilan Agama Kota Malang. Dari sinilah, FS melaporkan Iwan ke Polres Makota atas dugaan pemalsuan buku nikah, sesuai dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.
Pemalsuan ini sendiri, adalah delik kejahatan yang bisa terus ditindaklanjuti polisi. Sebab, akta nikah merupakan surat otentik. Apabila ada orang yang memalsukan akta nikah, akan terancam hukuman penjara maksimal 8 tahun. 
Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman kasus ini. Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menegaskan pihak penyidik tengah menelisik keterangan para saksi.
“Masih pendalaman,” tutupnya.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...