magista scarpe da calcio Juru Pelihara Candi Mengira Dikirimi Bom


Juru Pelihara Candi Mengira Dikirimi Bom

MALANG - Geger Candi Kidal sendiri, menjadi sebuah tontonan, ratusan warga sekitar candi berbondong-bondong melihat tragedi yang baru pertama kali terjadi sepanjang candi tersebut ditemukan.
Gerbang Candi Kidal, terlihat ambruk dan bongkahan-bongkahan batu bata masih terlihat berada di bawahnya. Bahkan mobil berwarna silver tersebut, terlihat terparkir pas di depan candi, menambah antusias para warga untuk melihatnya. “Aneh tapi nyata” itulah kata yang berulang kali di ucapkan warga ketika melihat fenomena itu.
Juru Pelihara Candi Kidal, Imam Wijanarko mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar jam 24.00 WIB, disaat semua warga sedang menikmati tidurnya. Hanya beberapa warga saja yang masih tetap terjaga, di malam hari itu. 
“Bruak, kami terkejut dan langsung berdiri dari. Namun tak sampai satu menit suara benturan tersebut terjadi lagi, dan diiringi dengan nada bel panjang sekitar 15 menit yang membuat kami cemas,” urai laki-laki yang mengaku  pada saat itu sedang berjaga malam di lingkungannya. 
Imam dan warga sekitar sempat panik dan tidak keluar rumah setelah bel tersebut berbunyi. Bahkan mereka sempat menyangka bahwa itu bom yang sewaktu-waktu bisa meledak. “Saya dan teman-teman langsung sembunyi  masuk ke dalam rumah, bahkan keluarga langsung saya bangunkan untuk berlindung,” tambahnya.
Merasa curiga, bom tak juga meledak, dirinya dan warga sekitar langsung mendatangi mobil yang terparkir di depan candi dalam keadaan ringsek bamper depan karena menabrak batu candi. Seketika langsung syok, ternyata yang ditemukan adalah salah satu pemuda asli desa tersebut yakni, Joko Agus Gunawan. Padahal tiga hari berturut-turut Joko sempat mendatangi candi pada malam hari, dan sempat bertemu dengannnya hanya untuk sekedar ngobrol.
“Kami langsung mengeluarkannya dengan memecah kaca mobil, lantaran korban di dalam mobil sempat tak sadarkan diri,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, pihaknya membawa korban ke salah satu rumah dan memberikan pertolongan. Korban yang juga merupakan salah satu dokter pada Rumah Sakit terkenal di Kota Malang, yakni RS Persada, selang beberapa menit langsung sadar.
“Dia terlihat linglung dan bahkan menangis. Setelah itu dia langsung meminta diantarkan mandi di Sumber Suni, dan setelahnya langsung salat di dalam candi. Entah apa yang dia rasakan, dirinya juga sempat menyebut asma Allah dengan sekeras-kerasnya. Kami sampai mengira kalau dirinya kesurupan,” jelasnya.
Dari beberapa penuturan warga setelah terjadi kecelakaan, Joko tak lekas beristirahat. Bahkan dirinya tak henti-hentinya menyebut asma Allah dan mengaji. Tak hanya di rumah, sekitar pukul 05.00 dokter muda itu juga ke Kutukan (sebuah pohon besar yang dikeramatkan warga sekitar) untuk mengaji, dan mengungkapkan perasaan bersalahnya pada leluhur.
Sementara itu Joko Agus Gunawan, saat ditemui Malang Post sekitar pukul 10.00 kemarin, terlihat masih dalam keadaan lemas. Beberapa luka memar yang di kedua kakinya akibat kecelakaan tersebut juga belum diobati. Terlihat beberapa kerabat mengunjungi kediamannya, untuk melihat dan sekedar ingin tahu tentang kejadian tersebut.
Dokter yang juga salah satu Sekretaris Jendral Malang Care tersebut mengatakan, bahwa kejadian yang menimpa dirinya. Joko berkisah, saat itu dirinya baru pulang dari rumah teman yang juga pemilik mobil itu di Desa Cokro Kabupaten Malang. Alih-alih memilih melewati jalan biasanya, dirinya memilih untuk melewati jalan yang memutar dan memang lebih jauh dibanding jalan normal.
“Saya lewat Desa Wangkal, dan dari situ tubuh saya merasa sangat panas. Dan entah kenapa saya merasa menaiki kuda semberani (kuda putih yang mempunyai sayap), dengan sangat kencang. Sampai di Dusun Jeding (perbatasan Desa Pajaran dan Kidal) saya melihat ada macan. Di situlah saya semakin kencang dan menabrak pagar candi,” jelasnya.
“Setelah itu saya serasa menaiki Garuda dan terbang, langsung menabrak candi. Setelah itu saya langsung tidak sadarkan diri, dan tahu-tahu sudah ada di rumah penduduk. Padahal saya sempat merasa sudah ada di surga,” ungkapnya.
Setelah sadar dia menabrak candi, dirinya mengaku langsung syok dan merasa sangat berdosa. Oleh sebab itu dia langsung mandi di Sumber Suni dan bersuci, setelah itu baru menjalankan salat di dalam candi.
“Hanya penyesalan dan rasa terima kasih karena masih diberi hidup yang saya ingat pada saat itu. Apapun saya baca, mulai dari surat pendek sampai dengan istighfar,” katanya.
Joko merasa tak pernah membayangkan jika peristiwa tersebut akan terjadi pada dirinya. Bahkan dia mengaku akan bertangung jawab atas kecelakaannya tersebut. (mg20/yun/ary) 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :