Gugatan Pembatalan Lelang Disidang


MALANG - Drama perebutan aset antara dr FM Valentina Lina dan mantan suaminya, dr Hardi Soetanto berlanjut. Besok, Valentina lewat kuasa hukumnya, Gunadi Handoko SH MHum akan menjalani sidang perlawanan lelang di PN Malang.
Gunadi pun menyebut, sidang gugatan perlawanan, bertepatan dengan hari pelelangan aset di KPKNL Malang Jalan S Supriyadi Malang, yang juga termasuk pihak terlawan dalam gugatan perlawanan ini.
“Benar, sidang gugatannya bertepatan dengan hari pelelangan yang diumumkan oleh KPKNL Malang,” kata Gunadi dikonfirmasi kemarin. Menurut dia, sikap kliennya masih tetap sama. Yakni, akan menuntut siapapun yang menjadi peserta lelang yang dilakukan KPKNL Malang.
Hal ini sejalan dengan petitum yang disampaikannya dalam berkas perlawanan tersebut. Yakni, menghukum KPKNL Malang untuk menghentikan segala proses pelaksanaan lelang yang dimohonkan PN Malang.
Beberapa petitum lain yaitu menyatakan sita atas harta bersama antara dr Valen dan dr Hardi, tidak sah, tidak berharga dan haruslah diangkat. Selain itu, Gunadi dalam petitum gugatan perlawanan, juga menyatakan putusan PK MA RI nomor 598/PK/Pdt/2016 pada 24 November 2016, tidak memiliki kekuatan eksekusi.
Sementara itu, dari keterangan yang dihimpun, dikabarkan laporan tindak pidana berkaitan dengan lelang KPKNL Malang masuk ke meja penyidik Tipiter Satreskrim Polres Malang Kota (Makota). Penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada salah satu staf KPKNL.
Laporan tersebut, mengatakan bahwa ada dugaan pemalsuan dokumen otentik terkait rencana lelang aset Valentina, Kamis (15/2) ini. Informasi dari sumber Malang Post di Polres Makota, salah satu pegawai KPKNL Malang berinisial RL, yang berurusan dengan dokumen pelaksanaan lelang, diperiksa.
Selain itu, salah satu pegawai PN Malang juga ikut dipanggil oleh Unit Tipiter untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen otentik terkait lelang ini.
Sayangnya,  Kepala KPKNL, Umbang Winarsa tetap tidak memberikan keterangan terkait masalah ini. Kantornya siang kemarin sepi dan tak ada pegawai. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra juga belum memberikan keterangan terkait pemeriksaan tersebut. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...