Pengemudi Mobil Lalai

Sementara itu, kasus kecelakaan tunggal tersebut langsung ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Malang. Polsek Tumpang yang menangangi awal kejadian, melimpahkan proses penyelidikan perkaranya ke Laka Lantas. 
“Kemarin (Selasa, red) langsung kami serahkan ke Unit Laka Lantas Polres Malang. Bahkan dipimpin Kanitlaka langsung melakukan olah TKP,” ujar Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi.
Kanitlakalantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, mengatakan bahwa kasusnya masih proses penyelidikan. Pihaknya belum menentukan siapa tersangka dalam kejadian ini. Unit Lakalantas, masih menunggu petugas dari Dinas Purbakala untuk dimintai keterangan.
“Kami masih menunggu pemeriksaan Dinas Purbakala, untuk menentukan kerugian sekaligus petugas yang ditunjuk untuk memberikan keterangan. Siapa yang berkompeten dan menaungi masalah ini,” ungkap Yoyok Supandi.
Yoyok mengatakan, bahwa kasus kecelakaan ini masih tahap penyelidikan. Ia baru memeriksa beberapa orang saksi saja yang menolong. Sedangkan saksi warga sekitar, yang mengetahui sesaat sebelum kejadian sama sekali tidak ada.
Termasuk pihaknya juga masih belum bisa meminta keterangan dari pengemudi mobil Kia Karnival tersebut. Apa yang melatar belakangi terjadinya kecelakaan, serta berapa kali benturan dan bagaimana bisa menabrak, juga masih belum diketahui.
“Namun dari hasil pemeriksaan sementara berdasarkan olah TKP, bahwa pengemudi mobil itu lalai atau off control. Apalagi kendaraannya adalah matic,” katanya.
Terpisah, dr Joko Agus Gunawan, pengemudi mobil KIA Karnival BE 2844 GH yang menabrak pelataran Candi Kidal, bukan seorang dokter di RS Persada.  Joko sudah lama mengundurkan diri dari RS Persada sekitar awal tahun 2016 lalu.
Hal ini dijelaskan Kabag Pengembangan Bisnis dan Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkalit kepada Malang Post, Rabu (26/7). 
“Beliau sudah tidak di Persada setahun lebih,” tegas perempuan yang akrab disapa Kitty ini.
Ia menjelaskan Joko hanya bergabung pada akhir 2015 lalu sebagai staf dokter penunjang medis. Sekitar dua sampai tiga bulan saja, Joko mengundurkan diri. Pengunduran diri Joko di RS Persada dikarenakan Joko mengaku ingin konsen dengan bisnisnya sendiri.
Kitty menjelaskan bahwa pengunduran diri Joko tidak disertai dengan masalah internal apapun di RS Persada. Joko mengajukan pengunduran diri karena memiliki aktivitas yang banyak di komunitas yang didirikannya bersama kawan-kawannya yakni Malang Care.
“Baik-baik kok resignya, dia bilang lagi aktif di komunitasnya, lalu ada usaha sendiri juga,” papar Kitty.
Lebih lanjut Kittty, menerangkan bahwa selama bergabung di Persada, Joko melakukan pekerjaannya dengan baik dan tidak memiliki track record yang buruk. Pekerjaannya sebagai dokter penunjang medis adalah mengawasi lab dan melakukan pengawasan di beberapa tempat dan kegiatan tertentu di rumah sakit.
Sementara itu, menurut Kitty, pribadi Joko sendiri dianggapnya sebagai sosok ramah dan baik kepada orang sekitarnya. Akan tetapi, karena Joko hanya bergabung dengan RS Persada sangat singkat, Kitty sendiri tidak dapat berkomentar banyak soal sosok Joko secara mendalam.
“Selama beliau gabung baik-baik saja. Tapi singkat sekali hanya dua atau tiga bulan saja ya. Yang jelas sudah setahunan sudah tidak di RS Persada,” pungkas Kitty.(agp/ica/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :