Sidang Kades Tegalrejo Dijaga Ketat


 
MALANG - Sidang kasus dugaan penyerobotan lahan PTPN XII Kebun Pancursari, dengan terdakwa Kepala Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan Ari Ismanto, Rabu (14/2) mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian. Puluhan personil Polres Malang, berjaga di dalam dan depan pintu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Penjagaan ini untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan. 
Pasalnya, sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Saut Maruli Tua Pasaribu, SH, MH ini mengundang massa cukup banyak. Puluhan warga yang duketahui pendukung Kades Tegalrejo ini,  ingin menyaksikan jalannya sidang dengan agenda pemeriksaan saksi. 
Tidak jelas siapa yang mengerahkan massa dengan jumlah banyak tersebut. Namun selama jalannya sidang hingga akhir, berjalan tertib dan aman. Massa yang tidak kebagian tempat duduk di dalam ruang sidang, bergerombol di luar sidang. 
"Kami hanya melakukan pengamanan saja, supaya tidak terjadi keributan. Semuanya berjalan aman dan tertib. Setelah selesai massa pun meninggalkan lokasi dengan tertib," ujar Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono. 
Ada dua orang saksi yang dimintai keterangan dalam persidangan. Mereka dari pihak PTPN XII, yakni Edi Santoso selaku Asisten Tanaman dan Ivan Gunawan, selaku Manager Kebun Pancursari yang menjabat sejak bulan Maret - Agustus 2016.
Keterangan saksi terkait luas lahan PTPN XII yang telah diserobot oleh terdakwa Ari Ismanto. Termasuk SK pembatalan kerjasama, izin serta batas lahan. Menanggapi pernyataan kedua saksi, Ahmad Syafii kuasa hukum terdakwa Ari Ismanto, mengatakan bahwa apa yang disampaikan kedua saksi benar dan sesuai.
"Salah satunya, soal luas lahan. Serta nominal kerugian dari Rp 1,3 milyar ternyata kok jadi Rp 1,8 milyar,” ungkap Ahmad Syafii, usai sidang. 
Menurutnya saksi mengatakan luas lahan yang diserobot 177 hektare. Padahal, tidak sesuai dengan bukti yang sudah diajukan terdakwa. Hal lain adalah, kliennya sudah membayar Rp 700 juta dan saksi tidak mengetahui. 
“Saksi ini baru bekerja di PTPN XII sejak tahun 2016. Padahal klien kami sudah menggarap lahan sejak tahun 2014. Ada banyak keterangan saksi yang tidak singkron, disini masalahnya,” tutur Ahmad Syafii. 
Sekadar diketahui, Ari Ismanto menjadi terdakwa dugaan penyerobotan lahan. Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juni Ratnasari, SH. Dalam dakwaannya, terdakwa Ari Ismanto dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektare lebih dengan cara ilegal, mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017.
Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. Padahal untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada kerja sama usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelola PTPN XII Kabun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.
Selain itu dalam dakwaan terdakwa Ari Ismanto juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik. Serta, dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara ilegal. Kades Tegalrejo itu di jerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI Nomer 39 tahun 2014 tentang perkebunan.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...