FR Tersangka, Keluarga ingin Damai Saja


MALANG - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang akhirnya menetapkan FR, 19, warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan selama semalam. Sementara tiga teman FR yang sempat ikut diamankan, hanya sebagai saksi.
FR, dijerat dengan pasal 81, 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sekaligus pasal 332 KUHP tentang persetubuhan anak di bawah umur. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. "Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Teman-temannya hanya sebagai saksi dan wajib lapor," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.
"Ia (FR) kami jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Sedangkan untuk dugaan trafficking atau perdagangan manusia tidak terbukti," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, FR diamankan karena melarikan RKH, 16, siswi SMK asal Kepanjen. Warga Desa Mangunrejo Kepanjen tersebut dibawa kabur setelah mengaku kepada keluarganya untuk berangkat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di sekolahnya.
Namun faktanya, RKH malah pergi dengan FR. Selama tujuh hari tujuh malam, RKH dibawa ke sebuah kos-kosan di kawasan Kepanjen. Selama itu pula, FR (maaf) menyetubuhi RKH yang masih di bawah umur. FR juga disebut merayu RKH untuk mau menjadi Lady Companion (LC) karaoke dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu.
Sementara itu, perginya RKH dari rumah selama beberapa hari sempat menjadi viral di media sosial Facebook Komunitas Peduli Malang (KPM). Keluarga menginformasikan bahwa RKH pergi dari rumah sejak 5 Februari lalu. Dalam unggahan yang disertai dengan foto RKH memakai hijab warna hitam, disebutkan siswi SMK di Kepanjen ini pergi dengan alasan PSG.
Keluarga sempat mencari ke beberapa temannya, tapi tidak ketemu. Termasuk berusaha menghubungi nomor telepon selulernya namun tidak tersambung. Hingga keluarga pun melaporkan hilangnya RKH ke polisi.
"Saat ini adik saya sudah berada di rumah dan kembali pada keluarga. Sebelumnya memang sempat shock, tetapi sekarang sudah lebih baik," ungkap Didik Hadi Darma, kakak kandung RKH.
Disinggung terkait dengan tuntutan pihak keluarga, Didik mengatakan mungkinkeluarga  akan memilih damai dan diselesaikan secara kekeluargaan. "Tuntutan? Mungkin damai. Ini masih mau rembukan (musyawarah) keluarga dulu," ucapnya.
Akan tetapi saat ditanya apakah ada kemungkinan untuk mencabut laporan, Didik juga belum dapat menjawab dengan pasti. "Tunggu musyawarah dulu. Ke depannya seperti apa juga belum tahu. Kami masih menunggu ayah. Karena ibu sudah almarhum," urainya.
Didik menambahkan, antara keluarganya dengan keluarga FR sudah sempat bertemu di Polres Malang. Ada kemungkinan permasalahan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Karena menyangkut dengan masa depan RKH.
Apalagi, lanjutnya hubungan antara adiknya RKH dengan FR adalah sepasang kekasih. Meskipun hubungan asmara itu baru diketahui pihak keluarga setelah kasus ini terungkap.  "Adik saya waktu itu pergi dari rumah karena ada permasalahan keluarga. Dia ngambek lantaran minta dibelikan pakaian," ucapnya.
Didik juga menegaskan, tidak benar jika adiknya bekerja sebagai Lady Companion (LC) karaoke dengan iming-iming bayaran Rp 200 ribu. Keberadaan RKH di sebuah karaoke tersebut, karena mengantarkan temannya.(agp/han)

Berita Lainnya :

loading...