Gondol Pacar, Digerebek Perangkat Desa

 
MALANG – Andika Wilutono, 24, sejak kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit ini, ditahan karena kasus asusila. Ia menyetubuhi Bunga (nama samaran, red), 15, warga Kecamatan Dampit, yang diakui kekasihnya.
“Saya sama dia (Bunga, red) itu pacaran. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Kalau diminta bertanggungjawab, saya siap menikahi,” ujar tersangka Andika Wilutono, tanpa ada rasa penyesalan.
Menurut pengakuan Andika, dia dengan Bunga pacaran. Mereka menjalin asmara sejak tiga bulan lalu, setelah saling kenal lewat nomor telepon. Kemudian pada Sabtu (15/7) lalu, tersangka menjemput korban di dekat sekolahnya. Bunga masih tercatat sebagai pelajar kelas IX SMP.
Setelah bertemu, tersangka membawa Bunga pulang ke rumahnya. Dengan situasi rumahnya yang kosong itu, tersangka secara leluasa menyetubuhi korban. Ia menjanjikan akan menikahi Bunga jika sampai terjadi sesuatu. 
Bunga berada di rumah tersangka selama enam hari. Selama itu, korban sudah digauli sebanyak lima kali. “Saya di rumah sendirian. Ibu sudah meninggal dunia, sedangkan ayah bekerja. Di rumah tidak ada siapapun,”tutur tersangka, sembari mengaku sebelum menyetubuhi ia mengajak korban melihat film porno terlebih dahulu.
Terbongkarnya persetubuhan berawal dari orangtua Bunga, yang mencari keberadaan anaknya. Setelah ditanyakan ke beberapa teman dan saudara, akhirnya diketahui kalau Bunga berada di rumah tersangka. Selanjutnya bersama dengan perangkat desa, keluarga korban menggrebek rumah tersangka.
Selanjutnya bersama dengan Bunga, tersangka dibawa ke Mapolres Malang. Keluarga Bunga lantas melaporkan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh tersangka. 
“Dia kami jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuma 12 tahun kurungan penjara,” terang Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...