Ibu – Anak Tangkap Jambret

 
MALANG – Masyarakat terus melakukan perlawanan terhadap pelaku kejahatan. Setelah dua jambret babak belur dihajar warga di Wagir, kini giliran di kawasan Kecamatan Pagelaran. Kemarin pagi, dua pelaku jambret digebuki warga di Jalan Raya Kartini, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran. Hebatnya lagi, perlawanan itu dilakukan oleh dua orang perempuan, Rumini, 51 dan anaknya Isabella, 25, warga Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran.
Kedua perempuan itu berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan dua orang. Meski kesakitan karena terjatuh, ia tetap melawan. Sembari terus memegangi tangan pelaku, ia berteriak jambret. Namun pelaku juga masih nekat, kendati sudah dipegangi korban tetapi tangan satunya masih merampas kalung seberat 25 gram yang dipakai Isabella.
“Kalung anak saya sampai putus menjadi tiga bagian,” ucapnya. Mendengar teriakan dan melihat kedua korban melawan kedua pelaku, warga langsung berdatangan untuk menolong. 
Kedua tersangka yang ketakutan melihat kedatangan warga, beralibi kalau mereka hanya kecelakaan saja. Tetapi setelah korban mengatakan kalau mereka jambret, apalagi ada warga yang juga mengetahui, akhirnya kedua tersangka ditangkap dan dipukuli ramai-ramai.
Kedua pelaku jambret itu adalah Wahid Wahyudi, 34, warga Desa/Kecamatan Purwosari, Pasuruan dan Moch Malik, 43, warga Dusun Semambung, Desa Capang, Purwodadi, Pasuruan. Sedangkan kedua korban adalah Rumini, 51, serta anaknya Isabella, 25, warga Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran.
“Saya baru sekali ini saja menjambret, lalu tertangkap. Itupun karena saya diajak oleh Malik,” tutur Wahid Wahyudi, sembari mengaku pernah ditahan pada tahun 2015 karena kasus curanmor. Sedangkan Moch Malik, mengakui kalau dirinya memang menjambret. Ia berangkat pagi pukul 05.30, dengan keliling mencari sasaran bersama Wahid. 
“Saya juga sekali ini saja menjambret, setelah keluar dari penjara pada bulan puasa lalu,” kata Moch Malik, residivis kambuhan kasus jambret ini.
Keduanya menjadi sansak hidup puluhan warga, setelah tertangkap tangan menjambret. Beruntung, amarah warga masih bisa diredam. Untuk menyelamatkan nyawanya dari amuk massa, mereka diamankan di rumah salah satu warga, sembari menunggu kedatangan polisi. Begitu petugas datang, bersama dengan barang bukti keduanya digelandang ke Mapolsek Pagelaran.
“Mereka masih kami mintai keterangan. Kasusnya masih akan kami kembangkan karena kemungkinan masih ada TKP lain. Untuk sementara mereka kami jerat dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan,” ungkap Kapolsek Pagelaran, AKP Sumaryono.
Menurut keterangan kedua korban, aksi jambret terjadi sekitar pukul 09.15. Saat itu, Rumini serta anaknya Isabella berniat mau mengantarkan makanan untuk Ramuji, suaminya yang bekerja di sawah di Dusun Pidek, Desa Sepanjang, Gondanglegi. Mereka berboncengan sepeda motor Honda Vario N 6945 IH. “Yang membonceng saya, sedangkan Isabella dibelakang sembari membawa makanan,” kata Rumini. 
Ketika berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya, motor korban dipepet oleh dua tersangka yang berboncengan sepeda motor Kawasaki Ninja R nopol N 3473 TAG.
“Baju kuning (Wahid Wahyudi, red) yang menjadi joki. Sedangkan pelaku satunya (Moch Malik, red) yang bertugas merampas kalung,” ujar Rumini.
Pertama kalung emas seberat 20 gram yang dipakai Rumini, yang dijambret. Namun kalung itu gagal dirampas, karena kalungnya putus lalu masuk ke dalam baju korban. Rumini, yang sadar kalungnya dijambret, secara spontan memegang tangan pelaku hingga akhirnya kedua korban dan kedua pelaku sama-sama jatuh dari motor. (agp/jon)
 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...