Kejar Kucing, Bocah 4 Tahun Terjebur Sumur

 
MALANG – Masyarakat sekitar Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Jumat siang, kemarin, geger. Warga gempar setelah mengetahui, tubuh Muhammad Bagus Tri Setiawan, 4, warga Desa Gunung Ronggo, Tajinan, jatuh tercebur ke dalam sumur tua. Korban terperosok ketika mengejar seekor kucing.
Meski cepat diketahui dan segera dievakuasi dari dalam sumur, namun nyawa anak pasangan Abdul Suyono dan Juwartini ini, tak tertolong. Usai diangkat dari dalam sumur, jenazah korban lantas dibawa pulang ke rumah duka di Desa Gunung Ronggo, Tajinan. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.
“Keluarga menghendaki jenazahnya supaya langsung dibawa pulang ke rumah duka. Dari hasil olah TKP dan evakuasi, sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan di tubuhnya,” jelas Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Diperoleh keterangan, sekitar pukul 10.00, korban diajak oleh ibunya Juwartini serta pamannya pergi ke rumah Sanadi, di Dusun Ketitang, Desa Pajaran, Poncokusumo. Kedatangannya karena saat itu Sanadi, sedang memiliki hajatan. Setibanya di rumah Sanadi, korban dan orangtuanya langsung masuk ke rumah Sanadi.
Saat itu, korban sedang bermain sembari tidur-tiduran di ruang tamu bersama dengan ibunya. Sekitar pukul 11.30, korban berlari keluar mengejar seekor kucing, yang berlari dekat sumur. Saat seekor kucing berdiri di atas sumur tua yang tertutup, korban langsung mencoba mendekatinya.
Begitu naik di atas penutup sumur, tiba-tiba penutupnya yang terbuat dari bahan eternit patah dan membuat tubuh korban jatuh terperosok ke dalam sumur. Tak lama kemudian, ibu korban mencari anaknya, dengan bertanya kepada warga sekitar. Siti, 43, salah satu warga lantas memberitahu kalau dia mendengar suara jatuh ke dalam sumur.
Selanjutnya bersama-sama mengecek, ternyata ditemukan ada sandal korban dekat sumur. Dan ketika melihat ke dalam sumur, benar bahwa tubuh korban tercebur. Juwartini dan saksi lantas berteriak minta tolong hingga didengar warga sekitar.
Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Polsek Poncokusumo. Untuk mengevakuasi tubuh korban, selanjutnya menghubungi petugas dari Tagana, PMI serta BPBD Kabupaten Malang.“Kondisi sumur cukup dalam dan penuh dengan air. Sehingga proses evakuasi, harus memerlukan peralatan yang lengkap,” tuturnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :