Kades Kalisongo Tersangka

 
MALANG – Kepala Desa Kalisongo, Kecamatan Dau Siswanto, sepertinya akan menjalani masa hukuman yang cukup lama. Pria berusia 48 tahun ini, ternyata tidak hanya terjerat kasus pungutan liar (Pungli), hingga memaksa Tim Saber Pungli Pusat Jakarta dan Tim Saber Pungli Polres Malang, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (14/2) lalu. Tetapi juga masalah dugaan pemalsuan tanda tangan.
Pada bulan November 2017 lalu, Siswanto, pernah diperkarakan ke Mapolres Malang. Ia dilaporkan oleh SP, warga Surabaya dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan, pengurusan surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO).
Motif dari pemalsuan tanda tangan tersebut, tak lain juga karena terkait uang. Bahkan, terkait pemalsuan itu, Inspektorat Kabupaten Malang, telah melakukan pembinaan terhadapnya. Tetapi Siswanto tetap saja tidak kapok dengan masih meminta uang kepada SP, hingga akhirnya terkena operas tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli.
“Terkait dengan dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut, proses penyelidikannya tetap jalan. Sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres Malang. Tentu, kasusnya nanti terpisah dengan masalah tertangkap tangan melakukan Pungli ini,” jelas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Sementara itu, terkait dengan OTT, penyidik Tim Saber Pungli telah menetapkan Siswanto sebagai tersangka. Penetapannya setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara marathon. Siswanto terbukti melakukan Pungli terhadap korban SP, atas pengurusan IPPT, IMB serta HO lahan seluas sekitar 2 hektare di Desa Kalisongo, Dau.
Dalam pengurusan surat izin tersebut, Siswanto telah meminta uang sebesar Rp 140 juta kepada SP, sejak tahun 2017 lalu. Pembayarannya dilakukan secara bertahap. Termin pertama dan kedua, Siswanto telah menerima uang masing-masing sebesar Rp 10 juta, kepada SP, pada tahun 2017 lalu.
Kemudian pada saat menerima pembayaran termin ketiga sebesar Rp 7,5 juta, gabungan Tim Saber Pungli Pusat Jakarta dan Tim Saber Pungli Polres Malang, langsung menangkapnya. Uang diterima oleh Siswanto, di Kantor Desa Kalisongo. Siswanto tidak bisa mengelak, karena petugas yang menangkap menemukan uang dalam amplop tersebut di balik bajunya.
“Setiap melakukan tanda tangan, Kades meminta sejumlah uang. Dan akibat perbuatannya itu, ia kami jerat dengan pasal 12 e sub pasal 11 Undang-undang Tipikor, dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara,” tegas Yade Setiawan Ujung.
Sekadar diketahui, Rabu (14/2) lalu sekitar pukul 13.30, gabungan Tim Saber Pungli Pusat Jakarta dan Tim Saber Pungli Polres Malang, melakukan OTT terhadap Siswanto, Kades Kalisongo, Kecamatan Dau. Siswanto ditangkap di Kantor Desa Kalisongo, sesaat setelah menerima uang pungli pengurusan surat IPPT, IMB dan HO, dengan barang bukti uang sebesar Rp 7,5 juta.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...