Positif Narkoba di Kos-kosan

 
SURABAYA - Satnarkoba Polrestabes Surabaya merazia kos-kosan mewah di Dukuh Kupang Barat. Sebab, mereka menengarai, banyak peredaran narkoba di kawasan kos-kosan yang biasanya bertarif Rp 2 juta ke atas tersebut. Rata-rata penghuninya adalah PSK online dan para pekerja malam di klub malam dan karaoke. Tapi, tak ada barang bukti narkoba yang disita.
Dua tempat kos dirazia. Hasilnya, tiga orang positif memakai narkoba. Sasaran pertama polisi ditujukan kepada salah satu kos di kawasan Dukuh Kupang Barat. Kos yang memiliki lima lantai tersebut sudah dua kali dirazia polisi.
Dari empat penghuni yang dites, seorang terbukti mengonsumsi zat yang terkandung dalam obat-obatan terlarang. Yakni, amfetamin yang biasa dikenal ekstasi dan metamfetamin yang jamak dikenal sebagai sabu-sabu.
Penghuni yang ditemukan adalah Riya Suciya. Perempuan 20 tahun itu tak membantah bahwa dirinya mengonsumsi obat. Namun, obat yang dikonsumsi tidak termasuk obat terlarang. ”Saya memang konsumsi obat, obat diet. Kalau mau, saya bisa berikan sisanya,” ujar perempuan asli Ciledug, Tangerang, itu.
Meski Riya memberikan obat yang dikonsumsinya, polisi bersikap tegas. Mereka tetap membawa Riya ke mako untuk diproses lebih lanjut. Rombongan yang juga diikuti satpol PP kota dan linmas tersebut kemudian menyasar salah satu kos di Jalan Sriwijaya. Penginapan bermodel kos bulanan tersebut memiliki tiga lantai. Seperti biasa, polisi mendata para penghuni di kamar.
Setelah mendata, polisi langsung menggedor satu per satu kamar tersebut dari luar. Mereka juga sempat mematikan saklar listrik kamar tersebut jika sang pemilik tidak mau membuka. Namun, tak jarang, kamar yang dituju ternyata tidak berpenghuni. ”Sebelah sini, Pak,” teriak salah seorang petugas.
Petugas menemukan sepasang pria dan perempuan yang berada di dalam satu kamar. Keduanya kesulitan ketika ditanya soal bukti hubungan mereka. ”Kami sudah menikah kok, tapi siri,” celetuk Novitasari Rahma Sistianik.
Ketika dicek, perempuan 26 tahun tersebut ternyata masih berstatus lajang alias belum menikah. Sedangkan si pria yang kemudian diketahui bernama Syukur sudah beristri alias sudah menikah. ”Langsung dites saja keduanya ini,” ujar Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo.
Hasilnya positif. Pasangan tersebut terbukti sudah mengonsumsi zat benzodiazepines. Zat tersebut biasa ditemukan di dalam obat penenang. ”Ini perlu kami curigai, apakah memang obat penenang atau malah narkoba yang bikin high,” imbuh Anton.
Tiga penghuni kos tersebut langsung dikeler ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka akan ditanyai tentang penggunaan obat yang sudah mereka konsumsi dalam kurun 24 jam ini. Polisi tentu juga tidak bisa langsung menyatakan tersangka.
Sebab, zat-zat tersebut bisa saja terkandung di dalam obat-obatan yang masih legal alias tidak termasuk narkoba. ”Akan kami coba dalami, lewat pernyataan dari tiga pelaku ini,” tegas perwira dengan satu melati di pundak itu.(bin/c10/ano/jpg/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :