Maling Motor Digebuki Warga

 
MALANG - Masyarakat sudah terlalu resah akibat pencurian kendaraan bermotor yang sering terjadi. Tak heran, jika pelakunya tertangkap, emosi warga tak bisa dibendung lagi. Pelakunya dihajar hingga babak belur, lalu dipanggilkan polisi biar diproses secara hukum.
Seperti yang terjadi di Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Sabtu dini hari kemarin. Pelaku pencurian motor ketahuan warga. Akibatnya, Joni S, 38 tahun warga Jalan Raya Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, gembuk dihajar warga. 
Dari keterangan yang dihimpun, Joni yang mengaku bekerja serabutan, melintas di Jalan Tidar Utara Kelurahan Karangbesuki Sukun sekitar pukul 01.25 WIB. Dia bersama satu temannya (DPO) berboncengan serta berkendara dengan pelan sembari mencari target sasaran.
Sebelum menggerandong motor, diduga keduanya menenggak minuman keras. Tujuannya, agar berani melakukan aksi curanmor ini. Akhirnya dia melihat sebuah motor Yamaha Mio Soul N 6649 yang terparkir di salah satu rumah warga.
Joni bertindak sebagai eksekutor sedangkan rekannya yang kini jadi DPO polisi menjadi pengawas sekaligus pengendara motor. Dengan kunci leter T, Joni memaksa membuka rumah kunci dari motor matic tersebut.
Beruntung, warga Tidar Utara sigap. Masih ada penghuni rumah yang belum terlelap. Belum sempat melarikan motor matic itu, aksi Joni dan komplotannya ketahuan warga. 
Kontan saja, saksi langsung berteriak maling. Warga Tidar Utara langsung keluar dari rumah saat mendengar teriakan.
Joni dan komplotannya kelabakan setelah tertangkap basah. Apes bagi Joni, kawannya ternyata kabur duluan dan meninggalkan pria itu di tempat kejadian. 
Sementara, Joni langsung diserbu massa yang marah. Tanpa ampun, masyarakat Tidar Utara yang geram dengan maraknya pencurian motor di Kota Malang, meluncurkan bogem mentah kepada pelaku. 
Joni yang tertangkap, hanya bisa berguling melindungi dirinya dari amuk massa. Hanya saja, karena geramnya massa, Joni tak henti-hentinya digebuki. Warga menendang dan memukulinya hingga muntah darah.
Setelah terkapar, warga langsung mengikat tangannya ke belakang lalu menelepon Polsek Sukun. Beruntung Polsek Sukun cepat menanggapi laporan ini dan petugas patroli tiba di lokasi.
Karena, warga yang mengamuk sesekali masih mencicipi wajah maling motor dengan kepalan tangan. Joni pun diamankan oleh Polsek Sukun agar tidak dimassa. Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan pelaku saat ini sudah ditahan di sel Polsek Sukun. 
"Sabtu dini hari Polsek Sukun ungkap kasus dugaan pencurian pemberatan, setelah menerima laporan dari warga," kata Anang kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Perwira dengan satu melati emas di pundaknya itu menyebut saat ini pelaku masih diinterogasi petugas untuk pengembangan. Kendati demikian, menilik penyidikan sementara, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP soal pencurian pemberatan.
Polisi masih mendalami keterangan dari pelaku untuk memburu komplotannya yang kabur dari lokasi setelah terpergok warga.
"Masih dalam sidik lanjutan untuk pengembangan," tutup Anang.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...