Akui Ada Keterlambatan Pemberangkatan


 
MALANG - Menanggapi laporan belasan orang calon jamaahnya, Abu Tours mengaku ada keterlambatan keberangkatan. Pasalnya, pada Januari 2018 lalu, ada kendala teknis sehingga membuat pemberangkatan calon jamaah sedikit tertunda. Ada sedikit miss komunikasi antara pihak Abu Tours dan para calon jamaah yang akan berangkat. 
Person In Charge (PIC) Abu Tours Malang, Hj. Ida Mamba mengatakan, para jamaah tersebut diminta untuk bersabar. Pasalnya, ada beberapa kendala yang dialami oleh Abu Tours sehingga menunda keberangkatan. 
“Ada kendala teknis, terkait pembiayaan pajak dan sebagainya. Sehingga, membuat pemberangkatan sedikit tertunda. Bukan gagal berangkat lho,” tegas dia ketika dikonfirmasi Malang Post.
Ketika ditanya lebih lanjut, jamaah yang melakukan pelaporan tersebut adalah jamaah yang mendaftar paket promo pada bulan September 2017 lalu. Namun, pihaknya mengaku, pemberangkatan calon jamaah tersebut ada yang memilih pada bulan Januari 2018. 
“Calon jamaah bisa memilih jadwal keberangkatan. Sekitar bulan Oktober 2017 hingga Desember 2017, kami ada pemberangkatan. Sekitar bulan Januari kemarin, memang ada sedikit kendala untuk paket promo. Sementara untuk paket reguler, kami sudah memberangkatkan sebanyak 390 orang,” beber dia.
Ida meluruskan, untuk pemberangkatan calon jamaah yang sudah terdaftar sekitar bulan Januari 2018 akan segera dilakukan penjadwalan keberangkatan pada Februari 2018. 
“Tanggal 10 dan 13 Februari 2018 lalu sudah ada pemberangkatan. Untuk kloter berikutnya, memang belum terjadwal lagi untuk bulan ini. Beberapa jamaah yang re-schedule pada bulan Januari 2018 lalu memang belum waktunya untuk berangkat,” ungkap dia.
Sejauh in, pihaknya masih mengupayakan penjadwalan keberangkatan untuk para jamaah tersebut. Pihaknya mengaku siap untuk memberangkatkan calon jamaah yang sudah mendaftar. 
“Jamaah kami di Malang memang paling banyak. Sekitar 700 orang. Sekitar 200 orang sudah berangkat. Jamaah kami bulan ini berjumlah 50 orang, bulan Maret dan April sekitar hampir 200 orang. Kami bisa berangkatkan jamaah, tapi sabar dulu,” beber dia.
Pada kesempatan tersebut, selama Sembilan tahun berjalan, baru kali ini pihaknya mengalami kendala teknis. Terkait penyelesaian pajak dan operasional pesawat, sehingga, membutuhkan biaya yang cukup besar dan juga pihaknya harus pandai memutar modal. 
“Bagaimana cara kami untuk memutar uang yang ada dan jamaah tetap berangkat. Sabtu (17/2) ada pemberangkatan via Surabaya dan Senin (19/2) ada pemberangkatan malalui Makassar. Semua pasti akan berangkat, mohon kesabarannya,” tegas Ida. 
Ida memaparkan, pihaknya memang memiliki banyak promo. Sehingga Kentrian Agama Republik Indonesia mematok harga promo yang diberikan harus seharga Rp 20 juta ke atas.
“Kami sudah penuhi hal tersebut. Sehingga, kami memiliki banyak jamaah. Memang, untuk biaya promo, jika ingin cepat berangkat ada biaya tambahan. Hal itu sesuai dengan surat maklumat Kemenag. Untuk wilayah Malang, masuk zona B, biaya tambahannya sekitar Rp 6 juta,” lanjut dia.
Ida menambahkan, sejauh ini segala pergerakan yang dilakukannya juga di bawah pengawasan Kemenag. Sejauh ini, tidak ada masalah apa-apa.
“Alhamdulilah, setelah diaudit, semua tidak ada masalah dan baik-baik saja. Dana yang kami kumpulkan juga murni untuk jamaah,” beber dia. 
Ida juga menuturkan, per tanggal 14 Februari 2018 lalu, Kantor Cabang Abu Tours Malang telah ditutup dan terpusat di Kota Surabaya.
“Kami butuh biaya untuk operasional. Sehingga, untuk menekan pengeluaran, kami alihkan di kantor pusat Surabaya. Sehingga, kami tidak lagi mengeluarkan paket promo. Kami hanya fokus untuk memberangkatkan jamaah saja,” pungkas dia.(tea/jon)

Berita Lainnya :

loading...