Belasan Jamaah Umroh Merasa Ditipu

 
MALANG – Belasan orang mendatangi Polres Makota, pagi hingga Sabtu (17/2) sore. Mereka mengklaim sebagai jamaah umroh yang merasa ditipu karena janji berangkat ke tanah suci bulan Januari diingkari oleh Abu Tours. Para pelapor ini, mendatangi Unit Pidum Satreskrim Polres Makota untuk mengadukan kasus ini.
Dari pantauan Malang Post, belasan orang tersebut sudah berdatangan ke Reskrim Polres Makota sejak pukul 11.00 WIB. Satu per satu, mereka masuk ke ruang Satreskrim Polres Makota. Setelah masuk ke ruang Reskrim, satu per satu dari mereka ditemui oleh penyidik Reskrim. Lewat delik aduan ini, para pelapor ingin mempolisikan Abu Tours.
Pemeriksaan terhadap mereka sendiri berlangsung mulai pukul 11.00 WIB sampai sore menjelang maghrib. Meski demikian, sebagian besar pelapor menolak memberikan konfirmasi kepada awak media yang menanti para pelapor.
Namun, salah satu perempuan, yang mengaku bernama Risa, mau memberi sedikit keterangan ketika menaiki mobil. Dia menyebut bahwa laporan ini dilakukan karena para jamaah umroh merasa ditipu oleh Abu Tours.
“Kalau saya sendiri ikut mulai September 2017, dan dijanjikan berangkat bulan Januari 2018 program reguler Dubai. Tapi sampai sekarang saya belum berangkat. Saya sudah setor Rp 29 juta, ada DP Rp 10 juta, juga jadi total Rp 40 juta,” ungkap Risa, warga Karanglo, saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Risa, pelaporan dilakukan karena Abu Tours tidak segera merealisasikan janji pemberangkatan umroh. Awalnya, menurutnya, Abu Tour menjanjikan pemberangkatan pada 11 Januari 2018. Namun, pemberangkatan ini ditunda. Setelah itu, Risa mengatakan Abu Tours empat kali mengganti jadwal pemberangkatan, hingga bulan Januari berakhir.
“Alasannya reschedule, lima kali berubah jadwal, tapi sampai Januari berakhir saya belum berangkat,” tambahnya. 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan soal adanya delik aduan dari belasan pelapor ini. Menurut Ambuka, semua laporan tetap ditampung oleh Reskrim Polres Makota.
“Kita akan lakukan kajian dulu laporannya. Kalau cukup untuk dinaikkan statusnya, mau dikeluarkan surat prindik dan akan memeriksa terlapor,” ungkap Ambuka, dikonfirmasi wartawan sore kemarin.(fin/jon)

Berita Lainnya :

loading...