Kapolres Tampil Beda

 
MALANG - Polres Makota menghelat pagelaran wayang kulit di halaman mako Jalan JA Suprapto, malam tadi. Ratusan tamu undangan menghadiri perhelatan yang jadi rangkaian HUT ke - 71 Bhayangkara. Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan bersama para perwira staf dan pejabat struktural, mengenakan seragam batik khas Jawa.
Para perwira laki-laki, memakai blangkon Jawa menyambut para tamu undangan yang hadir. Saat menyambut tamu, Hoiruddin tampil beda. Mantan anggota Densus 88 ini secara spesial menggunakan bahasa Jawa kromo inggil. Walaupun terbata-bata, ia antusias dengan gelaran wayang kulit yang didalangi oleh Ki Anom Dwijokangko itu. 
"Manakala ada anggota polisi ataupun saya pribadi, kurang dalam pelayanan terhadap masyarakat, kami mohon maaf. Kami antusias menyambut gelaran wayang kulit untuk HUT ke 71 Bhayangkara," kata Hoiruddin semalam.
Pagelaran wayang kulit di halaman Polres Makota menghadirkan karawitan plus dalang muda asli Solo plus para sinden dan lawak. Kapolres berharap, pagelaran wayang ini bisa menghangatkan apresiasi budaya lokal di Kota Malang. Sekaligus membangun rasa cinta kepada warisan kesenian tradisional.
Kapolres Makota yang dikenal menggemari kesenian tradisional, menyampaikan doa agar Kota Malang tetap aman, tertib dan nyaman bagi warga. Sebelum perhelatan wayang, tausiah juga dihadirkan untuk menyiram rohani dan spiritual para tamu yang hadir.
Malam kemarin, dalang Ki Anom Dwijokangko menghadirkan lakon Brubuh Ngalengko. Lakon ini menceritakan pertarungan final antara Dasamuka dan Rama. Dasamuka yang jadi simbol kebathilan berperang melawan Rama yang digambarkan sebagai simbol keadilan dan kebenaran. Akhirnya, Dasamuka tumbang dan kalah perang.
Selain menghadirkan wayang, Polres Makota juga membagi-bagikan ratusan doorprize beserta grandprize satu unit motor.(fin/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :