Ingin Eks Warga LP Mandiri

 
MALANG – Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Malang menutup pelatihan servis handphone untuk puluhan eks warga binaan Lapas Kelas IA Lowokwaru. Kemarin, puluhan peserta yang disambut instruktur dan pejabat Bapas Kelas 1 Malang, memperoleh sertifikat keterampilan dari TPC Mobile.
Kabapas Kelas I Malang, Sudirman Zainuddin mengatakan, para peserta diharapkan mampu beradaptasi di masyarakat setelah mendapat pelatihan ini. 
“Kami mengharap keterampilan dari pelatihan ini bisa dimanfaatkan peserta untuk mencari penghidupan, sehingga benar-benar lepas dari kehidupan lama,” kata Sudirman kepada Malang Post kemarin.
Dia mengatakan, peserta yang ikut dalam pelatihan berasal dari Malang Raya, Kota-Kabupaten Malang, Kota Batu serta daerah sekitarnya, seperti Bangil hingga Probolinggo. Sudirman menyebut, program pelatihan dari Bapas adalah bagian dari bimbingan kemandirian. Sesuai tugas pokoknya, Bapas bertugas mengasimilasi eks warga binaan Lapas agar mampu beradaptasi dengan masyarakat.
Sudirman menjelaskan, peserta mendapatkan pelatihan selama empat hari berturut-turut dari TPC Mobile sejak 24 Juli hingga 28 Juli kemarin. Setelah pelatihan ini, Sudirman tidak akan berhenti melaksanakan program pelatihan lain. Sebab, selain bimbingan kemandirian, para eks warga binaan Lapas, juga akan memperoleh bimbingan kepribadian.
“Ada 1800-an eks warga binaan Lapas yang sekarang jadi klien dari Bapas. Karena itu, kami terus mengupayakan bimbingan, baik kepribadian maupun kemandirian,” jelasnya. Abdi negara berdarah asal Makassar tersebut menambahkan, program bimbingan kemandirian, siap disinergikan dengan institusi lain.
“Kita masih menjajaki kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Singosari, untuk memberi pelatihan montir bagi klien kami. Bapas tidak menutup pintu kerjasama dalam pembinaan kemandirian bagi klien. Tujuan kami satu, membangkitkan semangat mereka dalam bekerja,” tambahnya.
Dia menyadari, eks warga binaan sulit berasimiliasi dengan masyarakat bila tidak dibarengi dengan penambahan skill dan keterampilan. 
“Karena itu, program bimbingan kemandirian terus digalakkan sehingga mantan warga binaan yang jadi klien kami sekarang, punya kesempatan untuk bekerja halal di tengah masyarakat,” tutup Sudirman.(fin/sir/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...