Pulang Mondok, Dijemput Polisi

 
MALANG – Meski buron selama hampir satu tahun, polisi tetap melakukan pengejaran para pelaku tindak kejahatan. Seperti yang dialami, Doni, 18 tahun, warga Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang ini.
Pemuda yang bulan Desember nanti genap berusia 18 tahun, dibekuk Tim Buser Polres Malang atas tuduhan pencurian sepeda motor. Ia diringkus ketika pulang usai menuntut ilmu agama di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kecamatan Bululawang.
“Tersangka kami tangkap saat pulang ke rumahnya. Selama setahun lebih, ia menjadi buronan karena kasus pencurian sepeda motor,” ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
“Atas perbuatannya, Doni kami jerat dengan pasal 55 jonto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” sambung perwira dengan pangkat dua balok ini.
Informasi yang diperoleh, Doni merupakan salah satu jaringan curanmor yang selama ini meresahkan pengunjung Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Pada Maret – April 2016 lalu, bersama dengan dua rekannya ia mencuri tujuh unit sepeda motor. Semuanya dicuri di area halaman luar stadion.
“Sepeda motor yang kami curi, adalah motor yang diparkir kemudian ditinggal oleh pemiliknya. Ketika pemiliknya sedang lengah, kami langsung beraksi,” tutur tersangka Doni.
Ia beraksi dengan Alex serta Sarkawi, warga Kecamatan Gedangan. Kedua temannya ini, sudah menjalani hukuman sejak 2016 lalu. 
Modus operandinya, mereka keliling mencari sasaran dengan berboncengan tiga. Doni yang bertugas sebagai joki dan mengawasi kondisi sekitar, sedangkan dua temannya yang menjadi eksekutornya.
Alat yang digunakan adalah kunci T. Setelah berhasil mendapatkan sasaran, motor curian langsung dibawa kabur ke rumah Alex. Selanjutnya semua motor hasil curian, dijual kepada seseorang warga Kecamatan Gedangan.
“Setiap kali mendapatkan hasil curian, saya mendapat bagian sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Uang hasil pembagian tersebut, habis untuk makan dan foya-foya,” ucap tersangka Doni.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...