Tetangga Tak Boleh Abai

Sebagai lingkungan yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi anak, keluarga harusnya menjadi tempat perlindungan terbaik bagi di anak. Psikolog Universitas Merdeka Malang, Al Thuba Septa, S.Psi, M.Psi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak memutuskan bunuh diri, salah satunya karakter anak sendiri. Menurutnya, dalam kenyataannya, banyak anak yang mengalami kekerasan di masa kecil. Ia mencontohkan Oprah Winfrey  yang sekarang sukses. 
Yang menjadi pembeda pada semua anak korban kekerasan adalah bagaimana mereka merespon kekerasan tersebut. ”Tidak ada yang membenarkan kekerasan. Oprah Winfrey bisa tegar dan sukses, namun jika Rosita benar mengalami tindak kekerasan, ia merespon dengan mengakhiri hidup akibat tidak kuat terhadap apa yang ia terima selama ini,” ujarnya.
Ia berharap, tak ada Rosita-Rosita lain yang mengakhiri hidupnya di usia remaja. Untuk itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. 
Menurutnya, jika memang benar Rosita sering mendapatkan tindakan kekerasan dari keluarga, maka para tetangga seharusnya tidak membiarkan kondisi itu terus berlarut. Seharusnya, sudah ada pelaporan sejak lama dan penanganan kasus Rosita sedini mungkin, sehingga tidak sampai terjadi bunuh diri. 
”Sebenarnya kasus ini tidak perlu terjadi bila dari masyarakat ada yang segera melaporkan ke KPAI atau Women Crisis Center sehingga depresi dan agresif yang dialami oleh anak maupun pelaku kekerasan tidak berlarut-larut,” terangnya.
Masyarakat sekitar juga diharapkan lebih perhatian terhadap kecenderungan psikologis lingkungan terdekatnya, terutama keluarga. Perlu dukungan dan terapi agar pasien dapat sembuh. Terlebih, pemahaman masyarakat terhadap kesehatan mental juga perlu ditingkatkan dengan mengetahui bibit gangguan tersebut, misalnya. Kecenderungan depresi, lanjutnya, dapat dideteksi pada diri seseorang dari kuantitas kesedihannya saat mendapatkan suatu masalah.
”Misalnya, ketika dua orang mendapat masalah yang sama. Satu orang merasa biasa saja, sedangkan satu lagi merasa sedih yang teramat hingga tidak mau makan,” ujarnya.
Ketika mengetahui ada kerabat terdekat mengalami depresi, maka yang penting dilakukan adalah mencari penyebabnya sehingga ditangani secara tepat. Untuk kecenderungan depresi yang berkaitan dengan kimiawi yang ada di otak karena ketidakseimbangan hormon, penanganan bisa dilakukan dengan pengobatan farmakoterapi oleh psikiater dan bekerja sama dengan psikolog. “Masyarakat harus lebih peduli, tetangga tidak boleh abai dan cuek dengan apa yang terjadi di sekitarnya,” tandas Al Thuba.(mg19/han)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :