magista scarpe da calcio Keluarga Tolak Otopsi


Keluarga Tolak Otopsi

Siang kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah Rosita dibawa dengan mobil ambulans Puskesmas Tumpang di Kamar Mayat RSSA. Bersama tim identifikasi Polres Malang, jenazah Rosita dimasukkan untuk dilakukan otopsi luar. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan, keluarga menolak otopsi.
“Keluarga korban tidak menghendaki ada otopsi. Namun, hanya ada periksa luar atau visum jenazah korban, yang diperkuat dengan surat pernyataan,” kata Azi kepada Malang Post, kemarin. Selama dua jam dilakukan pemeriksaan, ruang KM tertutup. Dua jam kemudian, jenazah korban dibawa pulang lagi ke Tumpang untuk dimakamkan.
Disinggung soal kondisi Rosita, Azi tidak membantah bahwa Rosita mati  mengenaskan. Ketika ditemukan, mulutnya mengeluarkan busa. “Benar, Rosita ditemukan meninggal dalam kondisi mulut mengeluarkan busa,” kata Azi. 
Sekitar pukul 23.00 WIB, Rosita makan nasi dengan lauk ikan gurami lalapan. Makanan ini digoreng sendiri oleh ibunya. Setelah minum air putih, Rosita berhenti makan. Tidak lama kemudian, Rosita mengeluh sakit kepala. Menurut keterangan polisi, sang ibu pun melakukan pemijatan untuk anaknya.
Rosita lalu masuk kamar untuk tidur. Namun, sekitar pukul 05.00 WIB, Wijiyati mencoba membangunkan korban dalam kamar. Tak ada jawaban dari sang putri. Ketika kamar dibuka, Rosita sudah tergolek tak bernyawa dan mulutnya mengeluarkan busa. Polsek Tumpang yang datang, langsung menghubungi tim medis Puskesmas yang dipimpin dr Randy D Kurniawan.
Polsek Tumpang juga mendatangkan Unit Identifikasi Polres Malang.
Kasatreskrim yang langsung datang memimpin identifikasi. Setelah meminta keterangan dari para saksi, Kasatreskrim memerintahkan korban dibawa ke RSSA Malang untuk otopsi walaupun akhirnya ditolak pihak keluarga.(big/fin/han)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top