Hasil Labfor Negatif, Kasus Tetap Jalan

 
MALANG – Setelah menunggu cukup lama, hasil pemeriksan beras di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, akhirnya turun. Beras olahan UD Widodo di Jalan Sultan Agung, Desa Pringu, Bululawang, dipastikan aman. Hasil Labfor, menyatakan bahwa beras tidak mengandung zat kimia berbahaya.
“Hasilnya untuk beras UD Widodo negative. Tidak terbukti adanya campuran zat kimia berbahaya. Hasil Labfor ini, sudah kami terima kemarin (Jumat lalu, red),” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Kendati hasilnya negative, namun bukan berarti penyidikan kasus beras UD Widodo tersebut berhenti. Kasusnya tetap jalan terus. Bahkan, penyidik jauh hari sudah menetapkan Winarso, pemilik UD Widodo tersebut sebagai tersangka. Hanya saja sejak ditetapkan sebagai tersangka, Winarso tidak ditahan.
Winarso dijadikan tersangka, karena telah melanggar Undang-undang Perindustrian. Ia tidak memiliki izin gudang atau lainnya. Sehingga secara otomatis, tidak boleh menimbun beras. “Tetapi yang dilakukannya, usahanya ilegal masih menimbun beras,” ucap Azi.
Saat ini, lanjut Azi, penyidik masih melengkapi berkas perkara UD Widodo. Ketika seluruh berkas pemeriksaan sudah komplit, penyidik segera melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. 
Sementara itu, untuk tiga gudang pengolahan beras lainnya yang ikut digrebek, yakni PT Pilar Menara Mas, di Desa Jambearjo, Tajinan, gudang beras milik H Doni alias Yul di Desa Karangasem, Gondanglegi serta gudang beras milik IS, di Desa Pakiskembar, Pakis masih proses penyelidikan. Penyidik masih meminta keterangan beberapa orang saksi.
“Untuk tiga gudang lainnya masih proses pemeriksaan saksi. Sudah ada beberapa saksi yang telah kami mintai keterangan. Untuk kasus beras PT Pilar Menara Mas saja, sudah 12 saksi yang kami mintai keterangan,” jelasnya.
Apakah sudah ada penetapan tersangka ? Azi, menegaskan untuk penetapan tersangka masih menunggu hasil gelar perkara. “Nanti setelah semua saksi sudah kami periksa, baru kami gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika kasusnya bisa dinaikkan ke tingkat penyidikan, maka akan ada yang dijadikan sebagai tersangka,” paparnya.
Sekadar diketahui, Tim Satgas Pangan Polres Malang, pada awal Juni lalu menggrebek gudang beras UD Widodo di Desa Pringu, Bululawang. Penggrebekan dilakukan selain karena tidak memiliki izin usaha, juga diduga beras olahan saat itu bercampur zat kimia. Dari UD Widodo polisi menyita 140 ton beras.
Kemudian, pada 21 Juli lalu, Tim Satgas Pangan Polres Malang, juga menggrebek tiga gudang pengolahan beras dengan dugaan yang sama. Pertama adalah PT Pilar Menara Mas di Desa Jambearjo, Tajinan, lalu gudang pengolahan beras milik H Doni alias Yul di Desa Karangasem, Gondanglegi dan gudang beras milik IS, di Desa Pakis Kembar, Pakis.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :