Warga Jodipan Temukan Bayi di Sungai

 
MALANG – Warga gang Permadi Kelurahan Jodipan heboh. Senin (19/2) pagi, sesosok mayat bayi ditemukan di antara tumpukan sampah di pinggir sungai. Bayi ini ditemukan di sungai tepat di bawah jembatan Jodipan sekitar pukul 08.15 WIB. Warga yang penasaran mengerumuni tempat penemuan bayi itu.
Dari keterangan yang dihimpun, warga sekitar sedang berjalan di pinggir sungai ketika mengamati sesuatu yang tidak biasa di antara tumpukan sampah pinggir sungai. Saat didekati, warga melihat bahwa benda di antara sampah itu ternyata bayi. Kontan saja, warga langsung memanggil RT RW setempat untuk meminta pertolongan.
“Bayi itu dibuang di kali, Jodipan gang 1, di bawah jembatan penghubung antara Polehan dan Jodipan,” ungkap Yanto salah satu warga kepada Malang Post pagi. 
Tak lama, sekitar pukul 08.20 WIB, Polres Makota yang menerima laporan langsung meluncurkan petugas ke lokasi. Benar saja, saat diangkat dari sungai oleh petugas Bhabinkamtibmas Blimbing, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh sudah membiru.
Bagian kepalanya masih gundul dan belum ada rambut. Tali pusarnya sudah terpotong namun masih tersisa. Selain itu, dari kondisi fisiknya, bayi ini mengalami beberapa luka di sekujur tubuhnya.
Jenis kelaminnya adalah laki-laki. Setelah diangkat, bayi tersebut diamankan di rumah salah satu warga RT 16 RW 06 Kelurahan Jodipan. Tak lama, petugas Unit Inafis Polres Makota tiba di lokasi untuk memeriksa serta mengidentifikasi jenazah.
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyebut bayi dibawa ke KM RSSA Malang untuk diotopsi.
“Bayi sudah dievakuasi ke KM RSSA, dan menjadi petunjuk utama untuk mendalami penyelidikan ini. Setelah mengevakuasi bayi, kami mendalami keterangan para saksi di lokasi,” ungkap Ambuka kepada wartawan. 
Menurut perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu, polisi bisa membuat dugaan sementara soal motif pembuangan bayi. Ambuka menduga kuat, bayi ini merupakan hasil hubungan gelap dari kedua orangtuanya.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu keterangan dari hasil otopsi tim forensik, untuk menentukan waktu pasti kematian bayi ini. Termasuk, penyebab kematian bayi, apakah dibunuh setelah lahir, atau mati ditenggelamkan.
“Kami pasti lidik terlebih dahulu. Kami dalami informasi di sekitar TKP, apakah ada yang hamil di sekitar lokasi. Kami pasti telusuri,” tutup Ambuka.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :