Dua Pencuri Motor dan Dua Penadah Diciduk

 
MALANG – Masyarakat hingga kini masih terus dihantui aksi pencurian kendaraan bermotor. Namun begitu, polisi tidak tinggal diam. Buktinya, empat orang pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan, pada akhir pekan lalu. Dua tersangka adalah pelaku utama sebagai pemetik. Sedangkan dua pelaku lainnya merupakan penadah barang hasil kejahatan.
Mereka adalah Mashudi Mustofa, 45 dan Fathur Rosi, 24. Keduanya warga Dusun Gunung Pandak, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran. Keduanya merupakan pelaku utama atau pemetik. 
Sedangkan dua penadahnya adalah, Sulaiman, 55, warga Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Pagelaran dan Tariyono, 46, warga Dusun Gunung Pandak, Desa Kademangan, Pagelaran.
“Mereka ini kami tangkap di rumahnya masing-masing. Barang bukti yang kami amankan, dua buah kunci T, tujuh unit sepeda motor serta dua buah mobil L300 dan Isuzu Panther,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Menurut Ujung, ada sembilan TKP pencurian yang dilakukan oleh Mashudi dan Fahur Rozi. Semuanya dilakukan di wilayah Kabupaten Malang. Selain di Kecamatan Wonosari, Bantur dan Turen, mereka kerap beraksi di wilayah Kepanjen. Terutama di sekitar Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Modus operandinya, mereka keliling mencari sasaran dengan berboncengan sepeda motor Honda Supra milik tersangka Mashudi. Mereka mencari kendaraan yang diparkir di pinggir jalan tanpa ada pemilik. Setelah mendapat incaran, dengan menggunakan kunci T mereka mencuri motor ataupun mobil.
Barang hasil pencurian, kemudian oleh mereka berdua dilempar kepada tersangka Tariyono dan Sulaiman. Untuk sepeda motor antara Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta, sedangkan untuk kendaraan mobil dijual Rp 6 juta.
“Penangkapan mereka ini, berawal dari penyelidikan kasus pencurian mobil L300 yang berisi beberapa karung beras. Dari penyelidikan, terungkap bahwa mereka ini pencurinya. Dan ketika kami kembangkan, ternyata mereka juga mencuri beberapa sepeda motor,” terangnya.
Sementara itu, tersangka Mashudi Mustofa mengatakan, kalau semua aksi pencurian dilakukan bersama dengan Fathur Rosi. Uang hasil kejahatan, dibagi berdua dan habis digunakan untuk foya-foya.“Uangnya saya gunakan bermain judi dingdong,” ujar tersangka Mashudi Mustofa, yang dibenarkan oleh Fathur Rosi.
Sedangkan tersangka Sulaiman, mengatakan kalau dirinya hanya makelar saja. Ia menawarkan mobil hasil kejahatan itu dari Taryono. Ia mengaku mendapat imbalan Rp 250 ribu jika laku. Sementara Taryono, mengatakan mendapat Rp 500 ribu dari Mashudi dan Fathur, jika bisa menjualkan mobilnya.
“Saya tidak tahu kalau mobil itu curian. Karena ada foto copy STNK dan BPKB-nya. Tidak tahunya mobil itu hasil curian,” dalih tersangka Taryono.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...