Penadah Motor Asal Wagir dan Pakisaji Diciduk


MALANG – Polsek Kepanjen mengungkap tabir kasus pencurian motor yang meresahkan warga. Dua penadah diciduk oleh Reskrim Polsek Kepanjen, Senin malam lalu. Dua tersangka yang diamankan polisi yaitu Abdul Rofik 26 tahun warga dusun Durenan RT 16 RW 05 Parangargo, Wagir dan Kusnan 50 tahun warga Dusun Pendem RT 25 RW 03 Tambaksari Pakisaji.
Dari keterangan yang dihimpun, pengungkapan penadahan curanmor ini, berawal dari laporan warga sekaligus korban, atas nama Lugik 38 tahun. Warga Dusun Blobo RT 04 RW 02 Sukoharjo, Kepanjen ini, melaporkan pencurian motornya ke Polsek Kepanjen. Menurut kesaksian korban, kejadian berawal dari aktivitas hariannya sebagai petani.
Pagi hari saat menggarap lahan di Dusun Tamanayu, Desa Jatirejoyoso RT 04 RW 01 Kepanjen, Lugik meninggalkan motornya di pinggir sawah. Setelah selesai membajak lahan, Lugik merapat ke pinggir sawah untuk pulang, sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, ia kebingungan karena motornya sudah tidak ada di tempat parkir awal.
Motor Honda Grand 1997 N 5437 FS miliknya raib entah ke mana. Patah arang, Lugik akhirnya melapor ke Polsek Kepanjen. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menemukan petunjuk satu minggu kemudian. Abdul Rofik, hendak menjual motor yang diduga milik Lugik di kawasan Desa Bendo Pakisaji.
Rofik sedang menunggu transaksi motor tersebut, ketika digerebek Polsek Kepanjen. Dia ditangkap beserta barang bukti motor milik Lugik. Setelah interogasi, polisi mendapatkan nama Kusnan. Rofik mengaku membeli motor Honda Grand ini dari Kusnan. Namun, dia membelinya bodong, alias tanpa dokumen resmi BPKB dan STNK.
Polisi mengamankan keduanya ke Polsek Kepanjen untuk penyidikan lebih lanjut. Selain kedua tersangka dan motor curian, polisi juga membawa satu motor pretelan Yamaha Vega N 4031 FB. “Setelah tersangka Kusnan tertangkap, dia menerangkan bahwa motor dibeli dari seseorang tidak dikenal yang kini menjadi DPO,” papar Kapolsek Kepanjen,Kompol Bindriyo.
Menurut mantan Kapolsek Lowokwaru itu, transaksi Sulkan dengan DPO dilakukan via Facebook, sementara serah terima motor dilakukan di Dawuhan Kepanjen. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Saat ini polisi masih mendalami penyidikan untuk mengungkap pelaku utama yang menjadi DPO.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :