Jual Rumah Hasil Pensiunan

 
Kesabaran Amel, untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Ronald, sudah habis. Warga asal Madura, yang tinggal di Kecamatan Sukun Kota Malang ini, terpaksa menggugat cerai Ronald di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Alasannya lantaran sikap Ronald yang sangat berlebihan.
Gugatan diajukan oleh Amel, melalui pengacaranya Agus Salim Ghozali, SH. Kini perkaranya masih dalam tahap persidangan.  “Masih proses sidang. Sekarang menunggu jadwal sidang lanjutan kedua,” tutur Agus Salim Ghozali.
Amel dan Ronald menikah sejak tahun 2001 lalu. Dari pernikahannya tersebut mereka dikaruniai dua orang anak. Selama berumah tangga, Amel bekerja sebagai buruh sebuah rokok di wilayah Kota Malang. Sedangkan Ronald, tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Namun setiap hari kerjaannya hanya mabuk dan berjudi. Bahkan, dia seringkali membohongi istrinya meminta uang dengan alasan yang tidak jelas,” ungkap Agus.
Jika permintaannya tidak dituruti, Ronald selalu marah-marah. Bahkan, juga sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 
Tetapi karena tidak ingin rumah tangganya pecah, Amel hanya bersabar. Ia terus berdoa dan berharap sikap temperamental Ronald bisa berubah. Namun kenyataannya, Ronald sama sekali tidak berubah. Ia juga tidak memiliki tanggungjawab untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. 
Semua kebutuhan keluarga, Amel yang selalu memenuhi. Puncak kemarahan Amel, setelah ia pensiun dari kerjanya. Amel mendapat pesangon dari perusahaan tempatnya bekerja. Uang tersebut, separoh dibelikan sebuah rumah di wilayah Kecamatan Kepanjen. 
Sedangkan sisanya digunakan untuk usaha kecil-kecilan. Tetapi tanpa sepengetahuan Amel, rumah yang di Kepanjen dijual diam-diam oleh Ronald. Uangnya habis digunakan mabuk-mabukan dan berjudi.
Amel yang mengetahui, langsung marah besar. Ia pun langsung memutuskan untuk menggugat cerai Ronald, karena sudah tidak tahan lagi.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :