Belasan Anjal Semburat, Razia Dapat Anjal

 
MALANG – Belasan anak jalanan (anjal) semburat berlarian, ketika melihat mobil polisi berhenti di simpang empat Talangagung, Kepanjen, kemarin pagi. Mereka lari tunggang-langgang karena takut tercakup. Hanya lima orang anak punk saja, yang memilih tidak kabur.
“Jangan lari, jangan takut. Kami hanya mau mendata saja,” teriak salah satu anggota, ketika turun dari mobil menghampiri anjal ini.  Namun mereka yang sudah ketakutan, tidak menghiraukan dan terus berlari. Karena di pinggir jalan raya, kendaraan melintas pun sempat berhenti dan melihat.
Lima anak punk, yang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki tersebut, langsung dikumpulkan. Petugas hanya mendata identitas mereka, termasuk memberi pembinaan supaya tidak membuat keresahan masyarakat.
“Kalau memang bekerjanya mengamen, tolong yang sopan. Jangan sampai membuat keresahan masyarakat dan onar. Jika memang tidak diberi uang, bilang saja terima kasih,” tutur Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polres Malang, AKP R. Heri Mulyadi.
Setelah identitasnya didata, mereka kemudian diperbolehkan pergi. Petugas meminta kepada kelima anak punk tersebut, untuk menyampaikan imbauan kepada teman-temannya yang kabur.
“Kami di sini berkumpul karena mau melihat acara musik di Taman Sumber Sira, Gondanglegi. Tidak ada niatan lainnya, hanya masih menunggu beberapa teman juga,” ungkap Yohanda Satria Putra, salah satu anak punk asal Desa Karangkates, Sumberpucung.
Lutfiana Dewanti, 17, salah satu anak punk lainnya asal Jombang, mengaku kalau dia di Kepanjen, tinggal dengan kos bersama suaminya yang juga sama-sama anjal. Namun saat polisi datang, suaminya kabur karena takut diamankan.
“Saya dan suami bekerja mengamen. Sudah punya satu anak dan saya titipkan kepada tetangga kos. Kebetulan Rabu (21/2), saya dan suami berkumpul dengan teman-teman karena ingin melihat acara musik,” jelas Lutfiana, sembari mengaku kalau dirinya juga sekolah kejar paket C di Sanggrahan, Kepanjen.
Sementara itu, dilanjutkan Heri Mulyadi, Operasi Cipta Kondisi itu menindaklanjuti perintah dari pimpinan. Operasi tersebut dilakukan serentak oleh Polsek jajaran dan Polres Malang. Sasarannya adalah orang gila (orgil), gelandangan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal).
“Untuk anak jalanan dan gepeng yang tercakup, akan langsung didata dan diberikan pembinaan. Sedangkan untuk orang gila, akan langsung kami serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Malang,” terang Heri Mulyadi.
Ada puluhan petugas yang ikut dalam operasi kemarin pagi. Razia menyisir beberapa tempat seperti Pasar Kepanjen, Pasar Sumedang, Stadion Kanjuruhan Kepanjen serta jalan-jalan poros. Namun tak satupun orang gila (orgil) yang sebetulnya menjadi ‘target’ didapat oleh petugas. Hanya lima anjal saja yang diamankan.
“Kegiatan operasi ini, adalah untuk menciptakan situasi yang aman menjelang Pilkada Gubernur Jatim. Sekaligus mengantisipasi kejadian yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur (terkait penyerangan ulama oleh orgil), supaya tidak terjadi di wilayah Kabupaten Malang,” paparnya. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :