Enam Kali Coba Bunuh Diri

 
MALANG – Supa’i, 68, sudah enam kali berusaha mengakhiri hidupnya. Rabu (21/2) siang, ia ditemukan gantung diri di dalam kamar rumahnya Dusun Tenggulunan, Desa Mendanlawangi, Wagir. Aksi nekatnya inipun, langsung membuat warga sekitar geger.
“Dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuhnya, sama sekali tidak ada bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri,” jelas Kanitreskrim Polsek Wagir, Iptu Anwari Sidiq.
Informasi yang diperoleh, peristiwa yang membuat warga gempar ini, terjadi sekitar pukul 11.30. Korban selama ini, diketahui mengalami sakit diabetes. Sudah beberapa kali diobatkan, namun tak kunjung sembuh.Mungkin karena sakitnya yang tidak sembuh-sembuh itulah, akhirnya membuat korban depresi. Ia mencoba mengakhiri hidup beberapa kali, namun selalu gagal karena ketahuan oleh keluarga.
“Sebelumnya sudah lima kali mencoba bunuh diri. Tetapi selalu gagal karena keluarganya selalu mengetahui,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Pakisaji ini.
Kemarin siang, korban ditinggal di rumah sendirian. Anak-anaknya sedang pergi keluar sebentar. Saat rumah dalam kondisi kosong itulah, akhirnya dimanfaatkan korban untuk bunuh diri. Menggunakan kabel kipas angin yang diikat pada jendela kusen, Supa’i langsung gantung diri.
Tak lama setelah korban tergantung, Alfiyan Rohmatul, 22, anaknya datang. Ia langsung melihat ayahnya ke dalam kamar. Saat dilihat itulah, Alfiyan langsung terkejut karena melihat tubuh ayahnya sudah tewas tergantung.
Ia lantas berteriak, hingga didengar warga sekitar. Begitu mengetahui Supa’i tewas bunuh diri, warga lantas melaporkannya ke perangkat desa dan Polsek Wagir. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :