magista scarpe da calcio Orang Gila Menyusup ke Rumah Ketua MUI


Orang Gila Menyusup ke Rumah Ketua MUI


MALANG POST– Teror kekerasan yang menyasar kiai dan ulama menyebar. Sasaran sempat mengarah ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun Sutoyo Selasa malam (20/2). Seorang lelaki tak dikenal tiba-tiba menyusup ke rumah Sutoyo. Padahal, rumah di Jalan Sendang Barat, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, itu dijaga berlapis anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) dan polisi.
Sutoyo sudah mencium sesuatu yang tidak beres ketika ada laki-laki tidak dikenal mondar-mandir di depan rumah selama tiga hari terakhir. Selain di seputaran Jalan Sendang, laki-laki muda berambut cepak itu juga terlihat berkeliaran di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Sejumlah warga sempat memergoki seseorang mencurigakan beberapa kali beristirahat di Musala Al Mina, masuk area rumah Sutoyo. ‘’Selasa malam (20/2) pukul 20.30, saya melihat orang itu  saat melintas di Jalan Cipto. Terus-terusan mengamati saya,’’ kata Sutoyo kemarin (21/2).
Diliputi kekhawatiran, Sutoyo sengaja mengundang anggota Banser NU agar menjaga rumah. Koordinasi juga dilakukan dengan polisi. Namun, Banser dan polisi tidak menemukan orang yang ciri-cirinya seperti disebut Sutoyo kendati sudah melakukan penyisiran dalam radius tertentu. Polisi akhirnya undur diri sejam kemudian. ‘’Orangnya tetap tidak ditemukan,’’ ungkap Sutoyo.
Dia kaget bukan kepalang ketika orang yang dicari-cari itu dengan santainya turun dari lantai dua sekitar pukul 23.30. Anggota Banser segera meringkus penyusup di rumah Sutoyo tersebut. Polisi langsung dilapori. Tuan rumah kini tetap saja khawatir muncul teror susulan. ‘’Aksi penyusupan ini seperti sudah terencana. Seolah sengaja diumpankan orang itu,’’ beber Sutoyo.
Siapa gerangan yang menyusup ke rumah Sutoyo? Identitasnya terungkap sebagai David Saputra, 35, beralamat di Desa/Kecamatan Babat, Lamongan. Sutoyo punya sejumlah argumen teror yang menimpanya tersistem. Dia mengamati ada orang mencurigakan selain David yang kerap berseliweran di Jalan Sendang dan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. ‘’Teror seperti ini sudah pernah terjadi tahun 1998 dulu. Umat muslim harus tetap bersatu, jangan takut dengan teror. Takutlah hanya kepada Allah,’’ paparnya.
Sementara kemarin sore, pasca-aksi penyusupan malam sebelumnya, lingkungan sekitar rumah Sutoyo sedikit lengang. Tidak ada pengamanan khusus. Rumah Sutoyo juga tanpa penjagaan ekstra. ‘’Kami serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke kepolisian. Teror jangan sampai melemahkan kondusivitas umat,’’ pinta Sutoyo.

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top