Kebut Berkas Kades Kalisongo

 
MALANG – Penyidik Tipidkor Polres Malang, mengebut berkas perkara pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh Kepala Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Siswanto. Setelah lengkap, secepatnya berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.
“Kalau minggu depan rampung, berkas perkaranya akan langsung kami limpahkan ke Kejari Kepanjen. Sekarang penyidik sedang melengkapi semua berkas perkaranya,” jelas Adrian Wimbarda.
Dikatakannya, penyidikan kasus dugaan Pungli Kades Kalisongo, sudah tuntas. Dari hasil pengembangan dan pendalaman kasusnya, sudah tidak ada pihak lain yang terlibat dan dijadikan tersangka. Tersangkanya tunggal, yakni Siswanto.
“Sudah tidak ada tersangka lagi. Dari pemeriksaan lanjutan, yang bersangkutan mengaku tidak melibatkan siapapun,” ujarnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya Siswanto, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh gabungan Tim Saber Pungli Pusat Jakarta bersama Tim Saber Pungli Polres Malang. Siswanto, ditangkap di Kantor Desa Kalisongo, sesaat menerima uang Pungli pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). Barang buktinya adalah uang Rp 7,5 juta.
Sebelumnya dalam pemeriksaan, Siswanto, diketahui meminta uang Rp 140 juta, kepada seorang pengembang perumahan asal Surabaya, untuk pengurusan IPPT, IMB dan HO. Pada 2017, Siswanto sudah menerima uang dua kali, masing-masing sebesar Rp 10 juta. Dan ketika meminta uang ketiga kalinya, ia langsung ditangkap.
Sementara itu, untuk kasus Pungli lainnya yakni Kades Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Bambang Roni Hermawan, masih tahap P19. Penyidik masih melengkapi kekurangan atas saran dari Jaksa Penuntut Umum. Jika sudah selesai, nantinya akan segera diserahkan lagi untuk diteliti.
“Kalau untuk Kades Saptorenggo, sebelumnya berkas sudah kami kirim ke Kejari Kepanjen. Namun setelah diteliti oleh JPU, dikembalikan (P19) karena ada petunjuk yang harus dilengkapi. Jika nanti sudah selesai dan dinyatakan lengkap (P21), maka akan kami limpahkan tahap dua,” paparnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...