Sempat Rayakan Ultah Sang Cucu


 
TIMUR Dikman, 40, putra sulung Agus Samad tampak terpukul saat menunggu jenazah ayahnya, kemarin di kamar mayat RSSA Malang. Dia duduk di pintu ruang masuk pemeriksaan forensik, ditemani beberapa anggota keluarga. Timur, sapaannya tidak banyak menjawab peristiwa tragis yang menimpa ayahnya.
Bapak tiga anak itu, mengaku terakhir bertemu dengan ayahnya, Selasa (20/2) lalu di rumahnya, Perumahan Permata Jingga Malang. Menurut pria yang mengaku pernah berkuliah di jurusan Geologi Universitas Pembangunan Yogyakarta itu, ayahnya tidak mengeluh apapun saat bertemu dengannya. 
Agus hanya berbicara soal ulang tahun sang cucu.  Namun, Timur membenarkan bahwa ayahnya sedang sakit. Kaki Agus diperban. Bahkan, bebatan perban itu masih ada saat jenazah Agus ditemukan di halaman belakang rumah.
“Bapak hanya mengatakan soal kakinya yang sakit,” sambungnya. 
“Bapak datang untuk ikut merayakan ultah cucunya. Di rumah saat ketemu saya, gak ada apa-apa, masih sehat,” tegas dia.
Agus sendiri adalah bapak dua anak dan kakek empat cucu. Yakni tiga anak dari pernikahan dirinya dengan Sylviana Sutanto. Sedangkan Agung Wicaksono, adiknya, memiliki satu anak. 
Dikonfirmasi keberadaan Suhartutik, ibunya, ia mengaku bila masih dalam perjalanan ke Malang dengan menggunakan mobil, pasca mendengar kabar duka ini.
“Ibu ada usaha di Bali,” ungkap pria ini. Setelah otopsi, Timur berencana memakamkan ayahnya di Malang. 
“Masih menunggu keputusan mau dimakamkan di mana. Yang pasti di Malang,” ujar Timur.
Saat disinggung soal apakah Agus memiliki musuh yang ingin mencederai ayahnya, ia mengaku tidak tahu. Sebagai polisi, lumrah bila ada musuh yang ingin melukai ayahnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...