Silet Pembunuh Akhirnya Ditemukan

 


 
MALANG - Silet yang diduga menjadi alat untuk memutus urat nadi purnawirawan Kolonel Polisi Agus Samad, akhirnya ditemukan petugas. Silet itu berada di kamar mandi yang tidak jauh dari genangan darah korban di bawah meja makan. Semalam, polisi mulai fokus mencari sidik jari pelaku yang mungkin masih tertinggal di silet tersebut. Saat olah TKP kemarin siang, silet ini memang belum ditemukan.
“Ya, setelah ditemukan silet ini, memang kemungkinan bunuh diri, sulit dilogika. Untuk apa setelah menyilet nadi, lalu menaruh silet di kamar mandi, dan membasuh tangan,”  ungkap salah satu sumber terpercaya Malang Post di Polres Malang Kota (Makota). 
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra sendiri, kemarin tampak sibuk keluar masuk rumah untuk mencari barang bukti yang bisa menjadi petunjuk pengungkapan kasus ini. Dia juga berkeliling lokasi rumah untuk mencari CCTV. Ia berhasil menemukan CCTV di seberang rumah korban.  
Polres Makota sendiri tidak hanya mengandalkan ketajaman naluri para penyidik reskrim untuk mengungkap kasus ini. Mereka juga mengerahkan Unit K-9 untuk mencari petunjuk siapa pelakunya. Kanit K-9 Polres Makota, Aiptu Imam Muhson Ridho menerangkan bahwa dia membawa dua anjing pelacak, yakni Fox dan Zee. 
Fox, kata dia, adalah anjing pelacak yang digunakan untuk memburu pelaku, namun tidak diakhiri dengan gigitan.  Sedangkan, Zee merupakan anjing yang dilatih untuk memburu jejak pelaku dan diakhiri dengan mengigit orang yang dilacak.
“Saya menggunakan indra penciuman Fox untuk melacak jejak,” ungkap bintara polisi senior ini. 
Fox adalah anjing pelacak jenis German Shepherd yang dilatih untuk memburu jejak hanya dengan bermodalkan DNA yang ditaruh di sebuah kapas. Kemarin, hidung Fox diberi DNA hasil olah TKP forensik yang ditempatkan di dalam sebuah kapas. Setelah mencium kapas ini, Fox mulai gelisah, lalu masuk ke dalam rumah tempat penemuan mayat. 
Anjing berbulu hitam dan cokelat ini, menuju tembok belakang rumah. Fox berupaya melompat-lompat ke tangga. Dari informasi yang dihimpun, ada titik darah menempel di tembok tersebut.
Fox lalu bergerak lagi, menuju sebuah kamar mandi di dalam ruangan. Setelah itu, anjing pelacak keluar dari rumah, dan menuju pojokan pagar, Di dekat lubang sampah, anjing itu mendapati sebuah titik darah di area itu. Fox sempat berputar-putar dua kali di halaman teras sebelum akhirnya berhenti di gerbang rumah. 
“Jejak berakhir di teras. Ada kemungkinan pelaku bawa mobil yang dimasukkan ke dalam halaman. Kalau pelaku bawa motor, masih tercium,” tandasnya. (fin/mar)  

Berita Lainnya :