Pelaku Tenang Saat Beraksi, Sempat Hapus Jejak


MALANG POST - Banyak kejanggalan dalam peristiwa terbunuhnya purnawirawan Kolonel Polisi Agus Samad di rumahnya, Bukit Dieng Blok MB 9, Kelurahan Pisang Candi, Sukun, Malang. Polisi yang melakukan olah TKP, menemukan beberapa fakta aneh. Apa itu? Korban dibuat seolah-olah bunuh diri.
Dugaan polisi, bila memang mantan Wakapolda Sumatera Utara ini dibunuh, pelakunya dianggap sangat kejam, tenang saat membunuh dan masih sempat menghapus jejak yang sulit diendus. “Yang pasti tunggu hasil otopsi untuk mengungkap kematiannya,” kata salah satu sumber di Polres Malang Kota (Makota).
Beberapa kejanggalan tersebut, yang pertama, tali rafia yang terikat di kaki korban. Tali itu, ditambatkan di pagar lantai tiga, yang berada di pojok belakang halaman rumah. “Posisi kaki korban diikat dengan tali rafia, lalu tali ini ditambatkan di pagar lantai  tiga,” kata Kapolres Makota, AKBP Asfuri.
Selain tali rafia yang mengikat kaki korban, ada luka sayatan pada kedua pergelangan lengannya. Saat ditemukan polisi, luka ini masih mengeluarkan darah segar. “Ada beberapa luka, di pergelangan tangan ada sayatan kanan dan kiri,” terangnya. Saat jenazah Agus diangkat, ada darah yang masih keluar dari kedua luka sayatan itu.
Kejanggalan lain, area di sekitar korban bersih dari ceceran darah. Termasuk, tangga menuju lantai 3 hingga lantai 3 tidak ditemukan darah. Namun, tepat di area dalam pintu masuk rumah, ada genangan darah yang berceceran di dalam ruang makan, tepatnya di bawah meja. Pada area ini, ceceran darah tampak berantakan.
Menurut mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ini, darah di area itu sudah agak mengering. “Dari hasil olah TKP, di ruang makan ditemukan bercak darah. Jarak 20 meter dari TKP pertama, atau taman belakang ditemukan  jenazah korban, menghadap ke pintu rumah,” sambungnya.
Sedangkan kejanggalan terakhir, di sekitar lokasi meja makan, polisi juga menemukan obat pembasmi serangga, merek Baygon, sarung kumal serta sebuah cairan tidak dikenal. Polisi masih berusaha mengungkap cairan ini di Labfor Cabang Surabaya. “Barang bukti itu semua, sudah kami amankan,” tegas perwira menengah ini. (fin/mar/han)

Berita Lainnya :

loading...