Berburu Sidik Jari di TKP

 
MALANG - Tim khusus Satreskrim Polres Malang Kota (Makota) dan Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim terus mengumpulkan informasi terkait terbunuhnya purnawirawan Kolonel Polisi (sekarang Kombespol), Agus Samad, 71. Tidak hanya itu, perburuan sidik jari di TKP dilakukan terus menerus. 
Polisi mengaku masih kesulitan mengungkap kasus itu, karena keterbatasan petunjuk. Kapolres Makota, AKBP Asfuri menyebut penyidik forensiknya tengah menganalisa silet yang ditemukan di galon dekat meja makan. Sebelumnya, beredar informasi bila silet itu ditemukan di kamar mandi. 
“Ditemukan sebuah silet, di atas galon dekat meja makan, silet ini memiliki bercak darah,” ungkapnya kepada wartawan.
Silet yang ditemukan oleh polisi, adalah silet yang biasa dipakai untuk mencukur janggut dan kumis. Silet tersebut, merupakan silet isi ulang yang bisa dibongkar pasang alat pencukur. Asfuri menyebut petugasnya mengalami kesulitan menganalisa silet dengan bercak darah ini.
Sehingga, polisi masih belum memastikan apakah alat itu dipakai untuk menyayat pergelangan tangan mantan Wakapolda Sumatera Utara ini. Analisa kepolisian juga sudah memasuki upaya deteksi sidik jari di silet berukuran kecil ini.
“Kami masih dalami apakah ini silet yang dipakai menyayat pergelangan tangan korban, serta apakah darah itu adalah darah korban, juga masih dianalisa. Kami cukup kesulitan mendeteksi sidik jari dari silet ini karena ukurannya. Kami akan cari cara lain untuk deteksi sidik jari,” tambah perwira menengah ini.
Terkait hasil otopsi, polisi masih menunggu keterangan dari dokter forensik yang melakukan pembedahan dan analisa jenazah korban. Menurut Asfuri, hasil otopsi akan diminta secepatnya dari petugas forensik, untuk membuka titik terang kasus yang masih diselimuti misteri tersebut.
Sementara itu, jenazah korban kemarin dimakamkan secara dinas kepolisian di TPU Dieng. Setelah disemayamkan di rumahnya, perumahan Bukit Dieng MB 9, Kelurahan Pisang Candi, Sukun, jenazahnya dilepas keluarga yang diwakili Brigjen Pol (Purn) Supriadi. Suhartutik, istri Agus, tampak lunglai dan dipapah keluarganya.
Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah disalatkan di Masjid Ar-Riyadh, Jalan Pisang Agung Malang, lalu dibawa ke TPU Dieng. Pemakaman yang diiringi tembakan salvo ini, dipimpin langsung Karo Ops Polda Jatim, Kombes Pol Herry Sitompul. 
Seperti diberitakan sebelumnya, warga perumahan Bukit Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Sukun, Malang geger, Sabtu (24/2) pagi. Seorang warganya, purnawirawan Kolonel Polisi Agus Samad, ditemukan tewas tertelungkup di halaman belakang rumahnya, Blok MB 9. Kedua kakinya terikat tali rafia. 
Sedangkan di tangannya, terlihat luka sayatan yang sudah mengering. Mayat mantan Wakapolda Sumatera Utara tahun 2000 itu, kali pertama ditemukan oleh Gunaryo, satpam perumahan elit tersebut, yang dimintai tolong beberapa tetangga untuk mencari keberadaan korban. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...