Ditinggal Minggat 18 Tahun

 
Kesabaran selalu ada batasnya. Amel, 39 tahun, petani wanita asal Sumberbrantas Bumiaji Kota Batu, telah berupaya menanti Ronald, 49 tahun, yang minggat entah ke mana. Ironisnya, Ronald minggat dari rumah selama 18 tahun dan tak pernah jelas kabarnya. Amel akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan hambarnya.
Rumah tangganya bagai sayur tanpa garam karena dia hanya merasakan cinta selama lima tahun mulai 1994 sampai 1999. Setelah itu, Amel sampai sekarang, sudah lupa bagaimana rasanya memiliki pengayom bernama suami. Kisah cinta sederhana itu, terjalin di persawahan di kawasan Bumiaji Kota Batu.
Ronald dan Amel, adalah sesama petani yang menggarap lahan. Keduanya juga orang sederhana, tipikal petani desa yang hanya lulus SD. Amel, masih di bawah umur ketika mengenal Ronald. Amel baru berusia 15 tahun saat mengenal sosok Ronald, yang sudah berusia 25 tahun. Setelah saling mengenal, keduanya ternyata jatuh cinta.
Cinta memang tak kenal usia maupun batas waktu. Kendati terpaut 10 tahun, Amel ternyata mau menerima pinangan Ronald. Akhirnya, pada usia belia 16 tahun, Amel menyerahkan jiwa raganya untuk si petani desa. Keduanya hidup bersama di rumah saudara Amel setelah melanggengkan pernikahannya di hadapan KUA Kecamatan Batu pada November 1994.
Kala itu, Batu masih merupakan bagian dari Kabupaten Malang. Sebagai petani desa dengan konsep pemikiran tradisional dan patrilineal, Ronald tentu saja berharap rahim Amel bisa melanjutkan garis keturunannya. Namun, setelah lima tahun menikah, Amel tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda hamil.
Rupanya, hal ini membuat Ronald kecewa. Seperti ninja yang bisa pergi tanpa terlacak, Ronald pun menghilang dari kehidupan Amel. Betapa pedihnya Amel, yang bersabar menunggu kepulangan Ronald.Karena, kesabaran ini berlangsung selama 18 tahun dan 6 bulan. Tapi, kabar dari Ronald tak kunjung datang. Sehingga, dia akhirnya mengajukan cerai ke PA Malang. Hakim PA Malang pun mengabulkan gugatan cerai Amel. 
“Menjatuhkan talak satu tergugat kepada penggugat,” ungkap hakim persidangan PA Malang, Drs Lukman Hadi SH.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...