Pelaku Penipuan Dituntut 4 Tahun

 
MALANG – Terdakwa dugaan penipuan penggelapan Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng 58 tahun, warga Puri Palma V Pandanwangi Blimbing, dituntut 4 tahun. Pembacaan tuntutan ini dilakukan oleh JPU Kejari Malang Hadi Riyanto SH di hadapan sidang PN Malang yang dipimpin Rightmen MS Situmorang SH MH.
“Meminta hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan penjara selama 4 tahun,” ungkap Hadi di hadapan sidang, Senin (26/2) siang. 
Pihak terdakwa, yang mendengar pembacaan tuntutan ini, merasa tidak terima. Apeng, melalui kuasa hukumnya Sumardhan SH dari kantor advokat Edan Law mempertanyakan dasar dari JPU menjatuhkan tuntutan dengan hukuman 4 tahun ini.
Menurut Mardhan, tuntutan dari JPU sama sekali tidak rasional. Karena, Mardhan menganggap JPU tidak bisa membuktikan apa kesalahan dari kliennya. Sebaliknya menurut Mardhan, JPU tidak bisa menghadirkan barang bukti yang membuktikan kliennya layak menerima hukuman 4 tahun penjara.
“Sandaran surat dakwaan harus melalui BAP, apa dasarnya memberikan tuntutan 4 tahun, jangan mengarang begitu. Tuntutan JPU tidak rasional. Dasarnya tidak jelas, apa yang bisa membuktikan kesalahan klien saya,” sambung Mardhan dikonfirmasi wartawan usai persidangan pembacaan tuntutan.
Menurut advokat Peradi Malang itu, pembacaan tuntutan 4 tahun ini, tidak sesuai dengan fakta hukum yang pernah disidangkan di hadapan majelis hakim. Mardhan menyebut berbagai kejanggalan dalam proses BAP yang copy paste BAP tahun 2009, serta saksi yang mengaku tak pernah diperiksa tahun 2016, adalah fakta hukum yang harusnya dipertimbangkan jaksa sebelum menjatuhkan tuntutan.
“Jaksa kan bilang kalau ada keterangan saksi, saksinya ini yang mana, karena BAP saja sudah diduga palsu, dan laporan pengaduan soal BAP palsu sudah diterima Propam Polda Jatim. Soal pelaporan awal, ada tersangka dua, yaitu Sunarto. Tapi sampai sekarang tak pernah dihadirkan,” tambah Mardhan.
Pihaknya, sudah melakukan langkah di luar persidangan, untuk melaporkan JPU kasus ini ke Komisi Kejaksaan dari Kejagung. Bahkan, Mardhan sudah menerima panggilan dari Komisi Kejaksaan, untuk menjelaskan aduannya soal dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh JPU kasus Apeng ini.
Terpisah, JPU Hadi Riyanto, yang hendak diwawancarai setelah persidangan, enggan memberikan keterangan. Saat wartawan menyampaikan niat untuk meminta konfirmasi, Hadi memilih buru-buru meninggalkan lokasi. Minggu depan, Senin 5 Maret 2018, Apeng akan membacakan pembelaan atau pledoi di hadapan hakim.(fin/jon)

Berita Lainnya :