Bulan Depan Herman Menikah

 
KESEDIHAN atas peristiwa kecelakaan maut di Jalan Raya Sudimoro, Bululawang, juga dirasakan oleh keluarga Herman Satrio, 43. Pasalnya pada bulan depan (13 Maret, red), warga Dusun Krajan, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis tersebut, berencana akan menikah dengan seorang wanita asal Purwodadi, Pasuruan.
“Besok (hari ini, red) sebetulnya kami bersama-sama dengan keluarga lainnya, akan ke rumah calon istrinya untuk menyampaikan hari. Karena hari pernikahan sudah ditemukan tanggal 13 Maret nanti,” terang Mustain, kakak kandung Herman Satrio, ketika ditemui di kamar mayat RSSA Malang.
Korban Herman Satrio ini adalah kernet mobil pikap N 9579 GD. Sementara pengemudi mobilnya, yakni Maulana Maliki, 21, warga Desa Sumberkradenan, Pakis, adalah keponakan Herman. Maulana Maliki sekarang menjalani perawatan di RS Bokor Turen, karena mengalami patah tulang bahu dan punggung.
“Sebetulnya ada keponakan lagi yang mau ikut, tetapi tidak jadi. Sebab buah pepaya yang diambil tidak banyak. Kalau dia ikut, seperti apa jadinya,” tutur Mustain.
Dikatakannya, sebelum mengelami kecelakaan maut, Herman Satrio bersama dengan Maulana Maliki, sempat berkumpul dan musyawarah bareng dengan keluarga lainnya. Musyawarah untuk menentukan hari pernikahan Herman, sekaligus rencana untuk mendatangi rumah calon istrinya.
Setelah musyawarah selesai, sempat makan bersama. Kemudian sekitar pukul 13.00, Herman dan Maulana berangkat untuk mengambil pepaya di Dampit. Ketika perjalanan kembali itulah, mobilnya mengalami kecelakaan.“Herman ikut kerja mengangkut pepaya, cari tambahan uang untuk membeli lamaran. Sebelumnya memang sudah menikah, tetapi bercerai,” jelasnya.
Kasatlantas Polres Malang, AKP M Probandono Bobby Danuardi, mengatakan bahwa penyebab kecelakaan tersebut karena human error. Mobil pikap yang dikemudikan Maulana Maliki, tiba-tiba hilang kendali hingga oleng ke kanan dan menabrak sepeda motor.
“Penyebab sementara karena human error. Namun apakah ada penyebab lainnya, masih didalami karena sopirnya juga belum bisa dimintai keterangan. Anggota juga masih melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi,” tegas Bobby.
Sekadar diketahui, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sudimoro, Bululawang, Minggu malam sekitar pukul 21.00. Kecelakaan yang melibatkan mobil pikap dan sepeda motor Honda Beat tersebut, mengakibatkan tiga orang tewas di lokasi kejadian. Korban meninggal adalah pasangan suami istri pengendara motor Honda Beat, yakni Kasianto dan Lusiyah, warga Dusun Bangsri, Desa Pamotan, Dampit.
Sedangkan satu korban meninggal lagi adalah kernet truk, yakni Herman Satrio. Warga Dusun Krajan, Desa Sumberkradenan, Pakis ini, juga tewas di lokasi karena mobil usai menabrak langsung terbalik. Sedangkan Maulana Maliki, pengemudi mobil mengalami patah tulang di bahu dan dirawat di RS Bokor Turen.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :