Rusuk Kiri Agus Patah

 
MALANG – Hasil otopsi fisik Kolonel Polisi purn (sekarang Kombes Pol) Agus Samad, sudah dikeluarkan oleh dokter forensik. Selain luka luar yang terlihat secara kasat mata, hasil otopsi menyebut ada luka dalam yang dialami oleh korban. Hal ini dipaparkan Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra.
“Hasil otopsi dokter, selain luka luar  yang terlihat yaitu sayatan kanan kiri, serta luka lecet di paha belakang kanan, ada pula luka dalam yaitu tulang rusuk yang patah. Patahnya ada di enam lokasi, semuanya ada di jajaran rusuk sebelah kiri,” kata Ambuka dikonfirmasi wartawan usai olah TKP ulang di Perum Bukit Dieng MB 9.
Polisi masih melakukan pendalaman soal tulang rusuk yang patah di enam tempat itu. Meski demikian, dokter forensik yang mengotopsi tubuh korban memberikan catatan bagi penyidik untuk melakukan analisa tambahan. Yakni, tulang rusuk yang patah ini, merupakan akibat benturan dengan benda tumpul.
“Tulang rusuk yang patah karena benturan dengan benda tumpul, kami masih melakukan pendalaman, apakah benturan ini karena rusuknya menghantam, terhantam atau sengaja dihantam, masih harus dianalisa dan didalami lagi,” sambung perwira polisi yang pernah bertugas sebagai Kasatnarkoba Polres Banyuwangi itu.
Ambuka juga mengatakan para penyidik masih mendalami kemungkinan tulang rusuk yang patah itu sebagai akibat dari jatuhnya korban dari lantai dua atau lantai 3. Menurut Ambuka, semua cara untuk merekonstruksi ulang kronologi dan skenario yang mungkin terjadi, sudah dilakukan.
“Kita masih terus mendalami penyelidikan, kita mengulang-ulangi kembali, melakukan semua skenario yang mungkin, serta mencobanya dengan manekin seukuran manusia,” jelas Ambuka.
Perwira polisi dengan tiga balok emas di pundaknya ini juga menerangkan soal ceceran darah yang ditemukan di pohon pisang, serta lantai 2 rumah. Ambuka tidak menyangkal bahwa titik darah selain TKP genangan darah, ditemukan di sekitar jenazah.
Namun, posisi titik darah ini aneh dan tidak alami. Sehingga, polisi masih menggali semua skenario yang mungkin terjadi hingga menyebabkan adanya titik darah di tempat yang janggal. Termasuk, soal teka-teki tali rafia yang terikat di kedua kaki korban.
“Fungsi tali rafia masih didalami. Kita harus periksa saksi tambahan. Baru ada periksa 6 orang. Akan ada yang diperiksa lagi. Rata-rata saksi tahunya korban tinggal di rumah sendirian sebelum kejadian ini. Kita juga masih memproses silet, untuk menggali sidik jari laten,” tutupnya.(fin) 

Berita Lainnya :