Sidang Mediasi Gunadi Ditunda Satu Bulan Lagi


MALANG - Sidang perdana gugatan perdata yang dilayangkan oleh Gunadi Handoko dan Hadi Prajoko, dua peserta penjaringan bakal Calon Wakil Walikota (Bacawawali) ditunda hingga satu bulan mendatang. Pasalnya, ada 4 pihak dari tergugat yang tidak dapat hadir karena domisili di Jakarta.
Setelah menunggu cukup lama, Hakim Ketua akhirnya memulai sidang tersebut. Sejauh ini, pihak Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang sudah berusaha memanggil beberapa tergugat yang ada. Namun, karena kesibukan dan tempat tinggal yang jauh, mereka berhalangan hadir.
Ketua Tim Kuasa Hukum DPC PKB, Hamka, SH mengataakan, sidang tersebut ditunda karena ada 4 orang tergugat berhalangan hadir. Keempat tergugat tersebut adalah DPC PKB Malang, Pilkada Pusat, DPW Jawa Timur dan KPU. “Hal ini merupakan kewajiban hakim untuk menghadirkan 4 orang tergugat tersebut. Sehingga, hakim menunda mediasi hingga satu bulan ke depan. Begitu semuanya lengkap, mediasi bisa dilakukan,” kata dia di sela-sela persidangan.
Pada kesempatan tersebut, beberapa tergugat memberikan kuasa penuh kepadanya terkait jalannya sidang, termasuk penggugat 1, yakni Abah Anton. Untuk tergugat lainnya, sudah dilakukan pemanggilan oleh PN Kota Malang. “Karena domisili mereka jauh, tidak bisa hadir. Hakim juga sudah memberikan kesempatan bagi para tergugat tersebut hingga batas waktu maksimal untuk datang dalam sidang kali ini. Akhirnya, sidang ditunda tanggal 27 Maret 2018,” lanjut dia.
Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Gunadi Handoko dkk, Muji Leksono, SH menuturkan, pihaknya menghormati segala keputusan yang telah dibuat oleh majelis hakim. Pada kesempatan tersebut, ada 2 pengacara yang menyatakan mundur dari tim kuasa hukum. “Pengunduran dirinya mendadak karena alasan pribadi. Saya masih belum membaca pengunduran diri dari mereka,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya menuturkan, pihak PN Kota Malang berhak menghadirkan beberapa pihak yang menjadi tergugat. “Ke depan, masih mediasi. Ditunda satu bulan tidak masalah. Mediasi bisa dilakukan ketika semua pihak sudah hadir,” beber dia.
Sementara itu, Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Gunadi Handoko dkk, Dr. Susianto menuturkan, sidang yang ditunda tersebut bukanlah menjadi masalah serius. Selama sesuai dengan aturan hukum acara, pihaknya menerima penundaan tersebut. “Pada sidang mediasi nantinya, majelis hakim akan memberikan penawaran tentang mediator. Kedua belah pihak akan diberikan kesempatan untuk memilih mediator, baik dari hakim maupun dari luar,” kata dia.
Pria berkacamata trsebut menegaskan, dalam gugatan tersebut, pihaknya tidak menggugat dari sisi materiil. Namun, meminta permohonan maaf dari pihak tergugat. “Kami hanya meminta tergugat untuk meminta maaf ke media massa. Target kami bukanlah muatan materiil. Tapi, lebih kepada pembelajaran politik dan penindakan hukum.supaya masyarakat belajar. Ini kasus pertama yang melibatkan bakal calon wali kota yang sudah melakukan selesksi sesuai prosedur namun tidak terpilih,” tandas dia.(tea)

Berita Terkait

Berita Lainnya :