Gudang Kayu Ludes Terbakar


MALANG – Kebakaran hebat terjadi di pabrik pengolahan kayu CV Mitrawarna Prima Jalan Tegal Mapan 56, Pakisjajar Pakis, siang kemarin. Satu gedung tempat penyimpanan alat pengering kayu serta satu gedung dengan tumpukan kayu, ludes disikat si jago merah. Kebakaran, diduga berasal dari api yang muncul dari mesin oven pengering kayu sengon.
Warga sekitar yang mendatangi lokasi, dibuat terkejut dengan kobaran api yang menjilat-jilat di tengah pabrik. Empat pemadam kebakaran, dua dari Kabupaten Malang dan back up dua unit damkar dari Kota Malang, masih terus berjuang memadamkan api, hingga sore hari. Dari keterangan yang dihimpun, api muncul setelah para pekerja memulai istirahat siang.
“Saat istirahat siang, tiba-tiba saja para pegawai pabrik ini berlarian keluar. Saya tanya kenapa, ternyata pabriknya kebakaran. Saya langsung minta tolong kepada petugas kepolisian serta Damkar untuk datang, sekaligus meminta pegawai menyelamatkan barang berharga,” kata Suwarno, Ketua RT 06 RW 3 Pakisjajar kepada Malang Post.
Begitu api muncul, para pegawai menyelamatkan barang yang masih bisa dievakuasi. Misalnya saja, kendaraan roda empat yang biasa terparkir di sekitar lokasi. Setelah menyelamatkan barang-barang, api yang berada di antara kayu-kayu kering yang baru saja diproses, langsung mengamuk sejadi-jadinya.
Api bahkan meruntuhkan penutup tengah yang biasa dipakai untuk menyimpan kayu-kayu hasil proses. Api juga merontokkan atap gedung sumber awal kebakaran. Yakni, gedung yang menjadi tempat pengeringan kayu setelah pemotongan. Gudang milik Sujarwo, 55 tahun warga Permata Jingga itu, diacak-acak kobaran api.
Petugas Damkar pun kesulitan memadamkan api, karena letak kebakaran di area terbuka, serta sulitnya mencari sumber air untuk menyuplai ulang kendaraan pemadam.
Kepala UPT PPBK Kabupaten Malang, Nurul Khusaeni yang diwawancarai di lokasi, menyebut kendala utama lainnya adalah angin.
“Karena lokasinya ada di tempat terbuka, api yang terkena angin bukannya padam tapi malah membesar. Selain itu, lokasi kebakarannya menyulitkan. Ada unit Damkar yang harus ditempatkan di luar pabrik, karena untuk mencapai titik api yang ada di tengah area,” jelas Khusaeni.
Sampai sore kemarin, UPT pemadam kebakaran masih berupaya mematikan semua titik api yang berpotensi muncul untuk kembali membakar tumpukan kayu. Kapolsek Pakis, AKP Hartono yang tiba di lokasi, menyebut kepolisian langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan TKP, serta mencari keterangan saksi, sejumlah lima orang, semuanya pegawai pabrik.
Polisi juga mendatangkan tim identifikasi, untuk mengolah TKP kebakaran. Dugaan sementara, suhu dalam ruang oven pengeringan kayu sengon, terlalu panas.
“Sehingga kayu yang sedang dilakukan pengeringan, ada yang terbakar, dan mengeluarkan api, selanjutnya menjalar dan membakar ruang pengeringan kayu,” papar Hartono.
Pemilik pabrik, Sujarwo menyebut belum bisa mengestimasi berapa tepatnya kerugian materiil. Namun, dia melaporkan kepada polisi bahwa dia merugi hingga Rp 400 juta.(fin/jon/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :