Polisi Temukan Titik Terang , Penyebab Kematian Mantan Wakapolda


MALANG - Empat hari sejak jenazah purnawirawan Kolonel Polisi (sekarang Kombespol) Agus Samad ditemukan tidak wajar di rumahnya, Perumahan Bukit Dieng MB 9, polisi terus menerus melakukan olah TKP di rumah tersebut.
Polisi melokalisir ruang dapur dan halaman belakang agar tidak rusak karena banyaknya pentakziah yang datang. Olah TKP, dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Malang Kota (Makota), bekerjasama dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri ikut mendampingi Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Boby Paludin Tambunan dalam proses olah TKP. Polisi mengenyampingkan apakah mantan Wakapolda Sumatera Utara ini, tewas karena dibunuh ataukah bunuh diri.
“Sekarang fokus mencari motifnya. Siapa yang menghendaki korban meninggal. Ini yang dicari dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” ujar sumber terpercaya di Polres Makota. “Sembari mencari petunjuk apakah korban dibunuh atau bunuh diri,” tambahnya.
Harapannya, dari keterangan saksi yang terkait dengan korban, akan mengungkap kasus itu. Mulai dari mantan supir, mantan pembantu yang tinggal di Desa Kalisongo, Dau, anak-anak korban hingga Suhartutik, istri korban. Penyidikan, berhubungan erat dengan keseharian korban.  
“Ada sedikit titik terang dari kasus ini, muncul setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang sudah dipanggil,” papar sumber yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya ini. Apakah berhubungan dengan permasalahan keluarga atau rumah tangga?
Sumber ini, enggan menjelaskannya karena butuh pembuktian lebih lanjut. Beredar kabar, Timur Dikman, 40, putra sulung Agus Samad akan kembali dimintai keterangan. Sayangnya, AKBP Asfuri enggan memberikan komentar, usai melakukan olah TKP, kemarin.
Dia hanya melambaikan tangan dan bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan pihaknya memeriksa mantan pembantu korban. “Bukan ditangkap, tapi hanya dimintai keterangan,” katanya.
Di bagian lain, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan polisi sudah mendapatkan hasil pemeriksaan sementara dari proses otopsi terhadap tubuh Agus Samad.  “Sebab kematian sudah kita ketahui. Sementara ini masih menjadi konsumsi penyidik,” ucapnya.
‘Terkait mengarah ke hal yang lain, sabar dulu ya. Ini semua pasti terungkap,” jawab dia. Frans menolak menyebutkan hasil-hasil penyelidikan polisi untuk mengungkap kasus misterius tersebut, termasuk penggunaan tenaga IT. “Itu masuk dalam teknis penyelidikan,” tegasnya.
Sementara itu, hingga kemarin, rumah duka masih didatangi sejumlah pentakziah. Termasuk ibu-ibu Bhayangkari Polda Jatim yang datang dengan menaiki bus milik Polda Jatim. “Orangnya baik dan menjaga profesional selama menjadi anggota Polri,” terang Budi, salah satu pentakziah. (tea/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...