Mau Beli Bakso, Ibu Tiga Anak Ini Tewas Mengenaskan


MALANG POST – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Raya Ardimulyo, Kecamatan Singosari (Song Song). Peristiwa itu mengakibatkan ibu rumah tangga, Juin Khodijah, 34 tahun, warga Jalan Dr Cipto Gang 6, RT 03, RW 04, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, tewas.
Ibu tiga anak itu meregang nyawa di lokasi kejadian. Dia mengalami luka serius di kepala. Sedangkan suaminya bernama Rizki Hadi Pranoto, 40 tahun yang mengemudikan motor Honda Spacy dan anaknya yang dibonceng bernama Nirina, 13 tahun, hanya mengalami luka lecet di kaki serta tangannya. “Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan, sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kami masih selidiki kasus kecelakaan ini,” ungkap Kaposlaka Lantas Singosari, AKP Bambang.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Mulanya, Honda Spacy yang dikemudikan dari arah Lawang, berhenti di U Turn untuk berbelok menuju ke arah Song Song atau Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB). Di belakang motor yang dikemudikan Rizki Hadi Pranoto, terdapat mobil box W 8370 NR yang dikemudikan Slamet Wahono, warga Jodipan.
Saat kedua kendaraan tersebut berhenti dan hendak putar di U Turn tersebut, datang dari arah belakang bus Menggala L 7037 UH jurusan Malang-Surabaya dengan kecepatan tinggi. Lantaran diduga sopir bus tidak bisa mengendalikan kecepatan, langusng menghantam bagian belakang box tersebut hingga melindas sepeda motor. Tak berhenti di situ, mobil box lalu menghantam Isuzu Panther S 1256 QG yang dikemudikan Ba’asim asal Mojokerto yang datang dari arah selatan atau Malang.
Tabrakan keras itu membuat Juin Khodijah meregang nyawa di lokasi kejadian, lantaran luka parah di kepalanya. Usai tabrakan yang membuat jalur Malang-Surabaya macet itu, sopir bus melarikan diri.
Oleh warga sekitar, ketiga korban yang mengalami luka tersebut, termasuk korban tewas Juin Khadijah, dibawa menggunakan ambulans Puskemas Ardimulyo Singosari, menuju ke RS Prima Husada Singosari. “Saya kaget tiba-tiba terjadi tabrakan ini. Tadinya sopir bus itu ada, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba menghilang saat hendak diinterogasi oleh petugas kepolisian,” kata pengemudi mobil Isuzu Panther, Ba’asim.
Sementara itu, suasana duka jelas terasa di RS Prima Husada Singosari. Keluarga korban menunggu kepulangan jenazah Juin Khadijah. Menurut Mujito, ayah dari almarhumah Juin Khadijah, ketiganya saat itu pamit hendak beli bakso di daerah Singosari. “Peristiwa persisnya saya tidak tahu. Yang jelas ketiganya pamit untuk beli bakso. Biasa kalau siang gini mereka keluar cari makanan. Saya kaget ketika dikabari terjadi peristiwa kecelakaan ini,” ujarnya kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, Juin Khadijah meninggalkan tiga anak. “Yang dibonceng ini yang sulung, baru kelas 6 SD. Sedangkan dua adiknya masih kecil,” tuturnya. Dia melanjutkan, usai dari rumah sakit, jenazah akan dipulangkan ke rumah duka untuk disalatkan dan dikuburkan sore .(big/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...